Pengusaha Pertanyakan Kelanjutan Penanganan Kasus Koperasi Larikan Dana Nasabah Rp 9 M

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menyatakan kasus koperasi larikan dana nasabah hingga mencapai Rp 9 miliar yang dilaporkan seorang pengusaha bernama Herman Fermansyah (55) warga Tegalrejo Yogyakarta saat ini dalam tahap P19. Berkas perkara tersebut oleh jaksa telah dikembalikan dan saat ini berada di pihak penyidik kepolisian.

“Itu masih P19. Jaksa mempelajari dulu berkas perkara formil maupun materiil. Materiil belum lengkap,” ungkap Pelaksana Harian Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati DIY, Mohammad Fatin di kantor setempat, Kamis (15/04/2021).

Menurutnya, jaksa yang menangani kasus tersebut menyatakan berkas perkara belum memenuhi unsur materiil. Oleh karena itu perkara belum layak untuk diajukan ke tingkat persidangan.

Sebelumnya, pada hari yang sama korban sekaligus pelapor mendatangi Kejati DIY untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialaminya. Herman meminta Kejati DIY segera memproses laporannya dan meneruskan pada tahap selanjutnya yakni mengajukan ke pengadilan.

“Kepolisian telah berupaya keras mencari saksi maupun barang bukti, menerapkan pasal yang disangkakan dan menetapkan tersangka. Namun sampai di Kejati berkas malah dikembalikan lagi,” kata Herman di Kejati DIY.

Ia mengungkapkan hingga kini belum ada titik terang kapan perkara yang dilaporkannya itu akan sampai di meja hijau. Padahal korban telah membuat laporan tersebut di Polda DIY sejak dua tahun lalu.

Sementara itu kuasa hukum korban, Rohmidhi Srikusuma SH menyatakan jaksa peneliti tidak seharusnya menyimpulkan suatu perkara karena itu merupakan tugas dari pengadilan. Seharusnya begitu menerima berkas dari kepolisian, jaksa segera mempelajari lalu melimpahkannya ke pengadilan.

“Kalau memang semua petunjuk telah dilengkapi oleh penyidik, seharusnya bagaimana (jaksa) ditingkatkan ke tahap dua dari P19 ke P21sehingga segera dilakukan pelimpahan berkas ke pengadilan. Jadi tidak melanggar azas peradilan,” tegasnya.

Rohmidhi juga mengingatkan, jika perkara ini merupakan pidana maka jangan sekali-kali diarahkan menjadi perdata. Pasal yang yang diterapkan oleh penyidik telah sesuai dengan pelanggaran hukum yang dilakukan para tersangka hingga merugikan kliennya miliaran rupiah.

Polda DIY dalam kasus ini menetapkan tiga orang dari pihak Koperasi DS sebagai tersangka masing-masing IW (46) awal Jakarta Timur, AF (37) dan TS (52) keduanya warga Cirebon Jawa Barat. Ketiganya dianggap bertanggungjawab atas kasus yang merugikan korban hingga Rp 9 miliar tersebut.

Penyidik menerapkan tiga pasal sekaligus yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 46 junto pasal 16 undang-undang no 10 tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang no 7 tahun 1992 tentang perbankan. Juga pasal 3 atau 4 undang-undang no 8 tahun 2010 tentang pencucian uang. (Van)

BERITA REKOMENDASI