Penipuan Berkedok Arisan, Uang Miliaran Rupiah Puluhan Pengusaha Muda Raib

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Puluhan pengusaha muda menjadi korban penipuan berkedok arisan. Tak tanggung-tanggung, total uang yang sudah disetorkan para member dalam arisan ini mencapai miliaran rupiah. Belum sampai para member arisan yang jumlahnya sekitar 160 orang itu menikmati hasil, penyelenggara secara sepihak menutup dan menghentikan arisan.

Arisan ini dikelola oleh seorang perempuan yang disebut-sebut berinisial Nv. Kelompok arisan bernama Kim Central Asia (KCA) ini menggunakan sistem table (paket) dimana dalam tiap paket bisa diikuti oleh dua hingga sepuluh orang member.

Para member arisan nantinya akan dimasukkan dalam group WhatsApp. Dari group ini arisan dijalankan oleh seorang ‘bandar’ dan setiap table menjanjikan keuntungan besar yang dapat diperoleh para member jika mengikuti arisan ini.

Masing-masing member bisa memiliki lebih dari satu slot. Untuk setiap slot maka member akan dikenakan biaya admin sebesar Rp 100 ribu – Rp 500 ribu tergantung besar kecilnya nilai get dan setelah itu barulah arisan bisa dimulai. Para member menyetor sejumlah uang melalui transfer bank ke rekening bandar tiap bulan sesuai paket yang diikuti.

J (28) salah seorang member mengaku mengetahui arisan ini dari sosial media. Ia tertarik mengikutinya lantaran keuntungan uang yang ditawarkan dalam arisan ini nilainya cukup fantastis.

“Kebetulan teman-teman saya juga sudah ikut arisan ini dan awalnya berjalan lancar. Akhirnya saya memutuskan untuk bergabung,” katanya di Sleman, Rabu (28/04/2021) malam.

Tergiur iming-iming uang kembali berlipat ganda, S (29) juga tergiur untuk mengikuti arisan ini. Bergabung sejak Agustus tahun lalu, pengusaha tas tersebut mengaku rata-rata menyetor sebesar Rp 5 juta dari masing-masing slot yang dimilikinya dalam arisan itu.

Empat bulan mengikuti arisan ini ia merasakan adanya kejanggalan, yakni nama member di table atas hanya itu-itu saja. Bulan Januari akhirnya ia memutuskan berhenti dan tidak meneruskan menyetor arisan.

“Kalau dihitung total hingga Januari sudah menyetor sampai Rp 100 juta. Namun sama seperti member yang lain, uang arisan tidak dibayarkan ke saya,” ungkapnya.

Para member sebenarnya telah mencoba menanyakan dan menyelesaikan secara kekeluargaan, namun menurut mereka tidak ada itikad baik dari penyelenggara untuk membayarkan arisan. Beberapa member akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan penyelenggara arisan ke Polda DIY.

Sementara itu penyelenggara arisan saat dikonfirmasi menyerahkan permasalahan ini kepada kuasa hukumnya. “Wawancara lawyer saya saja,” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan pihak kuasa hukum belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI