Penyelenggara Hoki Pihak Bertanggungjawab Macetnya Arisan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Berhentinya Arisan Hoki yang dikelola terggugat 1 GP bukan karena ada member yang macet dalam pembayaran arisan. Arisan berhenti justru karena kehendak GP yang gagal bayar. Padahal GP telah menerima setoran arisan berikut uang admin dan membentuk gate monyet untuk antisipasi bila ada peserta arisan yang macet.

Selaku pengelola arisan Hoki, GP seharusnya uang admin atau gate monyet bisa dikelola untuk menalangi member macet sehingga arisan tetap berjalan. Namun hal itu tidak dilakukan oleh GP sehingga arisan Hoki kini menjadi tyak berjalan lagi dan banyak member yangtak mendapatkan haknya. Hal ini yang diungkapkan saksi Desinta Armawijaya dalam sidang gugatan perdata yang digelar di PN Bantul, Rabu (10/11/2021).

Didepan Majelis Hakim dengan Ketua Rajendra SH, Desinta mengungkapkan dirinya menjadi korban dalam arisan ini dengan nilai arisan di gate monyet Rp 7,2 juta. “Saya transfer ke 30 room yang dibuat GP ke rekening miliknya dengan uang admin Rp 300.000 per Room dari arisan yang ditawarkan, GP juga yang membuka Room,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tahun 2020 Arisan Hoki sudah mulai macet dan pada 2021 GP menghentikannya. Desinta dan para korban lain sebenarnya telah mencoba menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, namun tidak ada itikan baik dari tergugat.

Sementara itu kuasa hukum pada korban arisan Hoki, Mahendra Handoko SHI MH CLA mengatakan sebenarnya kliennya tak ingin menggugat permasalahan ini secara perdata. Jika akhirnya kasus ini bergulir ke ranah hukum, itu karena para korban telah tak ada upaya lagi yang bisa ditempuh.

Namun demikian para korban tetap membuka pintu perdamaian agar permasalahgan ini dapat cepat selesai. Terlebih lagi suami GP, yakni Dt merupakan anggota dewan sehingga para korban masih menghormatinya.

“Dalam kasus ini Dt juga sebagai tergugat 2, karena ia pernah menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan ini. Namun kenyataannya tak pernah ada jalan keluar itu,” ungkap Mahendra usai persidangan.

Usai sidang, emak-emak member arisan kembali beraksi dengan membentangkan poster menuntut pengembalian uang arisan. “Sesuai arahan Majelis Hakim, kami tetap membuka pintu perdamaian dengan para Tergugat, apalagi kami juga ingin turut menjaga nama baik Tergugat 2 Dt selaku anggota DPRD Bantul,” jelas Mahendra. (Van)

BERITA REKOMENDASI