Penyelenggara KCA Tegaskan Bukan Pihak Bertanggungjawab Macetnya Arisan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nv, penyelenggara arisan Kim Central Asia (KCA) melalui kuasa hukum Budi Wijaya SH menolak jika pihaknya harus bertanggungjawab atas macetnya uang arisan. Ia menegaskan arisan KCA berjalan tanpa ada paksaan dan atas kesepakatan bersama.

“Arisan itu ownernya seluruh peserta. Kalau klien saya dibilang owner dan harus bertanggungjawab, pertanyaan saya apa dasar hukumnya? Owner itu pemilik, kalau pemilik maka harus ada bentuk organisasinya. Arisan online tidak bisa diorganisasikan dalam bentuk perusahaan, karena negara sendiri belum mengaturnya,” tegas Budi Wijaya, Jumat (30/04/2021).

Ia justru menyatakan kliennya sebenarnya juga sebagai korban dalam arisan ini. Budi Wijaya mengatakan walau kleinnya itu penyelenggara (admin), ia juga sebagai bandar arisan sekaligus member di slot bawah.

Jika kemudian arisan macet gara-gara member di slot atas tak membayar uang setelah mendapat arisan dan kemudian lari, maka seharusnya orang itulah yang bertanggungjawab. Bukan malah menyalahkan serta melaporkan Nv sebagai pihak penyelenggara yang harus menanggung semua ini.

“Klein saya menjadi korban pula, uang arisan juga tidak kembali karena mereka (slot atas) lari. Seharusnya yang dilaporkan mereka, bukannya klein saya,” jelasnya.

Ditambahkannya dalam arisan KCA ini bukan Nv sendiri yang menjadi bandar, masih ada sekitar empat hingga lima orang lagi yang berperan dalam posisi yang sama. Menghadapi macetnya arisan, bahkan Nv selama ini justru pro aktif dan rela mengeluarkan uang talangan bagi bandar lain untuk menutup kekurangan yang nilainya mencapai Rp 1,2 miliar.

Budi Wijaya membantah tuduhan jika kleinnya sengaja bekerjasama dengan member arisan yang berada di slot atas. Ia juga menyatakan jika selama ini para member melakukan transfer langsung kepada member di slot atas, bukan kepada kliennya.

“Buktinya mana uang itu dtransfer ke klien saya? Ada memang ditransfer ke dia sebagai bandar, tapi itu semua sudah dikembalikan. Mana buktinya jika slot atas kerjasama? Kita bicara hukum, bukti mana klien saya bekerjasama? Jangan hanya asumsi,” tegasnya.

Budi Wijaya mengungkapkan, kleinnya saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat para member di slot atas yang telah melarikan uang arisan. Ada sekitar empat orang yang akan dilaporkan dan dianggap bertanggungjawab atas macetnya arisan ini. (Van)

BERITA REKOMENDASI