Perkuat Infrastruktur Media, NasDem Tatap Pemilu 2024

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) bidang Pokja Media di ballroom hotel Merapi Merbabu Sleman, Minggu (21/03/2021). Di hadapan peserta yang terdiri dari seluruh Anggota Dewan Partai NasDem se DIY, Ketua DPW Subardi mengingkatkan pentingnya peran media dalam menyongsong Pemilu 2024. Strategi pemberitaan ini merupakan langkah progresif dalam mengenalkan calon-calon pemimpin dari Partai NasDem, mengingat selama masa pandemi pendekatan tidak lagi bertumpu pada tatap muka.

“Kita perlu langkah progresif melalui pemberitaan yang masif, positif dan edukatif. Saya percaya cara ini lebih efektif daripada cara-cara konvensional dalam setiap pemilu yang turut memicu suburnya politik uang,” kata Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Subardi menjelaskan pengertian media mencakup berbagai platform yang fungsinya sebagai penghubung antara masyarakat dengan wakilnya. “Memanfaatkan berbagai platform media sebagai sarana komunikasi, baik mainstream dan media sosial,” tambahnya.

Politisi yang akrab disapa Mbah Bardi itu memaparkan strategi media perlu memperkuat infrastruktur media, yakni kualitas SDM, jaringan media dan portal media. Kebutuhan mendesak itu menjadi prioritas karena melalui media, siapapun dapat tampil menjual gagasannya.

“Sisi positifnya memberi kesempatan kepada siapapun yang ingin berkontestasi dengan gagasannya. Melalui media, masyarakat akan kenal, dekat, kemudian tertarik untuk memilihnya. Tidak ada lagi memilih kucing dalam karung di setiap pemilu,” ucap Mbah Bardi.

Dalam Rakorsus itu, DPW Partai NasDem DIY secara resmi mengenalkan portal media, www.nasdemjogja.id. Portal dengan kapasitas domain unlimited dapat digunakan oleh kader dan Anggota DPRD NasDem se DIY dalam menyampaikan ide, tanggapan dan pendidikan politik kepada masyarakat.

Wakil Ketua DPW Partai NasDem DIY Bidang Media dan Komunikasi Publik Nizar Kherid berpendapat, saat ini hingga tahun 2024 tidak ada agenda kontestasi politik, maka momentum itu menjadi kesempatan bagi siapapun untuk menyongsong 2024 dengan gagasannya.

“Kontestasi politik bukan soal benar atau salah, tetapi soal membangun persepsi publik agar memenangi kontestasi. Disitulah peran media, membangun persepsi publik yang positif dan kaya gagasan,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI