Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY Gelar Rapimwil

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY menggelar rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) pertama di Kopi Jongke Sleman, MInggu (20/06/2021). Dalam kesempatan itu hadir menyampaikan sambutan yaitu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang mengajak Pemuda Muhammadiyah bekerjasama dengan pemerintah lokal, salah satunya dalam upaya pengentasan angka kemiskinan.

Menurut Kustini, rapimwil menjadi momentum yang tepat untuk turut berpartisipasi menyelesaikan permasalahan masyarakat. Ia pun mengajak agar Pemuda Muhammadiyah bisa bersinergi dengan pemerintah.

“PWPM harus bertandem dengan pemerintah lokal untuk berkolaborasi dalam persoalan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain,” ungkap istri mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, itu.

Dalam rapimwil bertema ‘Memaksimalkan Peran Pemuda di Masa Pemdemi, Bermanfaat untuk Ummat dan Bangsa’ ini Sekretaris PWPM DIY, Dian Korprianing Nugroho menyampaikan perlunya untuk tetap produktif walaupun di masa pandemi. Sikap produktif dengan mencari alternatif kegiatan-kegiatan yang tidak melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Meskipun masa pandemi, kita harus tetap produktif dengan mencari kegiatan alternative,” ungkap Dian.

Pimpinan Pemuda Muhammadiyah lainnya Untung Cahyono, juga meminta agar Pemuda Muhammadiyah berperan aktif di masjid sekitarnya. “Jangan sampai kita yang bangun, tapi dikelola orang lain,” ungkapnya.

Untung Cahyono menguraikan saat ini Ormas Islam, termasuk Muhammadiyah kekurangan ulama. “Banyak ahli manajemen, ahli pendidikan, tapi kekurangan sosok yang punya kompetensi ulama,” tuturnya.

Maka ia berharap kader Muhammadiyah yang ideal harus punya kompetensi-kompetensi khusus seperti kepemimpinan, keagamaan, dan kemanusiaan. “Kalau kita tidak punya dasar Quran dan Sunnah yang memadai, bagaimana kita mau melangkah? Kader Muhammadiyah harus punya ilmu alat yang memadai. Ciri orang hebat itu pasti menguasai banyak bahasa. Minimal Arab dan Inggris,” imbuhnya.

Adapun Kompol Wahyu Dwi Nugroho dari Polda DIY, meminta agar Pemuda Muhammadiyah menjadi pioner dalam penegakkan protokol kesehatan. “Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pioner sosialisasi ketaatan protokol kesehatan. Karena angka DIY yang terus naik, apalagi di akhir pekan,” katanya.

Dari unsur legislatif yaitu Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta, menuturkan saat ini memiliki angka kemiskinan tertinggi di Jawa Bali, bahkan di atas angka rata-rata nasional. “Gini ratio tertinggi di Indonesia bahkan ada di DIY. Untuk itu kami membutuhkan support, dukungan dan gagasan dari Pemuda Muhammadiyah DIY,” ungkap Ketua DPW PAN DIY, itu. (*)

BERITA REKOMENDASI