Polemik Kantor Partai Ummat, Wahyu Abadi Bantah Pernyataan Petinggi PAN

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mantan Wakil Ketua BM PAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sanghyang Sukma Wahyu Abadi menegaskan, bangunan kantor DPW PAN DIY yang saat ini dipakai untuk kantor persiapan Partai Ummat DIY merupakan milik Amien Rais. Penegasan ini dikatakan aktivis sosial politik tersebut sebagai bentuk bantahan atas pernyataan yang dilontarkan Wasekjen DPP PAN, Soni Sumarsono.

Sebelumnya Soni Sumarsono melalui pernyataannya mengatakan pihaknya sudah mengikhlaskan kantor DPW PAN DIY untuk kantor baru Partai Ummat. PAN justru menilai Partai Ummat lebih membutuhkan kantor tersebut karena dirasa mengalami kesulitan finansial karena respon publik yang kecil sejak pernyataan berdiri.

Terkait isu bedol desa yang mencuat, Soni Sumarsono mengatakan bawasanya sampai saat ini tidak ada satupun anggota legislatif PAN di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota menyatakan diri akan bergabung ke Partai Umat. Sebab menurut Soni Sunarsono, mereka adalah politisi yang memiliki hati nurani dan berakal sehat.

“Saya membantah pernyataan saudara Soni Sumarsono wasekjen DPP PAN terkait kantor DPW PAN DIY yang sekarang menjadi kantor persiapan partai Ummat DIY,” kata Wahyu Abadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2200).

Wahyu Abadi mengatakan, alasannya karena informasi yang didapatkan pada waktu itu plt ketua DPW PAN DIY Ahmad Yohan, sowan dan nuwunsewu kepada Pak Amien Rais. “Waktu itu juga pak Amien sebenarnya masih mempersilakan untuk mempergunakan kantor tersebut sebagai operasional PAN. Namun Bang Ahmad Yohan menolak tawaran tersebut dan akan mencari kantor baru,” katanya.

Menurutnya, lagipula gedung tersebut secara kepemilikan adalah kepemilikan Bapak Amien Rais. Sehingga kantor DPW itupun tidak perlu diikhlaskan ke partai Ummat karena pertama memang kepemilikan bapak Amien Rais.

“Yang kedua sebelumnya telah dipersilakan dipakai untuk PAN, tapi malah ditolak sendiri. Mungkin sebelum Soni Sumarsono membuat statment tertentu bisa melakukan croscheck kembali kepada para kadernya termasuk kepada Bang Ahmad Yohan. Agar pernyataan yang dibuat bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau jika tidak tahu apa-apa lebih baik diam adalah pilihan paling bijak untuk saudara Soni,” katanya.

Menurut Wahyu Abadi, malah pertanyaannya mesti dikembalikan. “Sekarang apakah DPP PAN punya kantor sendiri? Apakah sudah atas kepemilikan Partai atau malah masih mengontrak? Padahal banyak kader yang sudah melakukan urunan untuk membantu partai mendapatkan kantor dengan hak milik sendiri,” katanya.

Wahyu Abadi berkata, sampai sekarang malah tidak tahu rimbanya partisipasi dari semua kader PAN tersebut. “Jadi statment menyerang seperti itu tidak usah lagi untuk ke depannya, karena PAN juga harus sadar diri di internal mereka banyak hal yang masih perlu di bereskan,” ucapnya.

Menurut Mantan Sekretaris Sekolah Politik Kerakyatan KIBAR Yogyakarta ini, munculnya partai baru yaitu partai Ummat mengundang banyak reaksi di kalangan masyarakat maupun internal PAN sendiri. Pada kenyataannya eksodus ini memang terjadi. Banyak kader PAN memutuskan bergabung dengan Partai Ummat, bahkan juga dari beberapa kader partai lain yang sudah tidak sejalan lagi dengan partainya.

“Termasuk banyak aktivis-aktivis pergerakan baik ditingkat nasional maupun yang didaerah yang telah menghubungi saya menyatakan keinginnya tuk berjuang bersama di Partai Ummat,” katanya.

Mengenai banyaknya kader muda PAN maupun anggota legislatif baik di daerah maupun pusat dan siap untuk pindah, Wahyu Abadi menegaskan Ameis Rais tidak pernah mengeluarkan perintah tersebut. Ia mengungkapkan justru Amien Rais memberikan memberikan nasihat agar mereka tetap di dewan agar tak mengecewakan rakyat dan harus menyelesaikan masa bakti sebagai anggota parlemen.

“Karena mereka dipilih oleh rakyat. Setelah itu baru dipersilakan apabila ingin bergabung dengan Partai Ummat,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI