Prokes Akhir Tahun, Kunci Menangkal Penyebaran Covid-19

Editor: Ivan Aditya

LIBUR panjang akhir tahun mendatangkan kekhawatiran tersendiri. Pasalnya berkaca dari pengalaman sebelumnya, setiap kali terjadi libur panjang selalu terjadi penambahan jumlah positif Covid-19 setelahnya. Hal ini yang tentunya harus diatisipasi, terlebih lagi beberapa negara di Eropa dan Amerika memprediksi pada bulan Januari dan Februari tahun depan bakal terjadi gelombang ketiga Covid-19.

Pemda DIY berupaya melakukan tindakan preventif guna mencegah kenaikan kasus Covid-19 di DIY jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru). Berbagai skema telah disiapkan agar angka penambahan positif Covid-19 tak terjadi ledakan seperti pasca libur Lebaran lalu.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah yakni soal pariwisata. Seperti diketahui DIY merupakan destinasi wisata populer yang akan banyak dikunjungi pelancong saat liburan. Pelancong yang datang dari berbagai daerah berpotensi besar memicu terjadi penyebaran Covid-19 di DIY.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyatakan pemerintah daerah (pemda) telah berkoordinasi dan sepakat dengan pemkab maupun pemkot terkait berbagai upaya preventif yang akan diterapkan menghadapi momentum hari besar keagamaan nasional tersebut. Salah satunya pengaturan bus-bus pariwisata yang masuk ke wilayah DIY.

Penumpang bus maupun awak yang masuk DIY akan dilakukan pemeriksaan ketat. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi penerapan protokol kesehatan (prokes) maupun vaksinasi yang telah diterima warga.

“Saya telah menyepakati dengan Kabupaten/Kota, bus-bus yang masuk harus diperiksa semuanya. Jika ada yang belum divaksin baik penumpang maupun awak bus, maka bus itu harus kembali,” tegas Sultan.

Sultan mengatakan sebelum libur Nataru, mulai bulan November ini pemda telah melakukan pengetatan di wilayah. Sebelum kepada para wisatawan, pengetatan telah dilakan kepada warga DIY sendiri salah satunya dengan menggenjot vaksinasi

“Penting pengetatan di bulan-bulan ini sehingga Nataru tidak ada kejutan. Skema ini secara konsisten dilakukan bersama Kabupaten maupun Kota supaya berhasil bisa mencegah kenaikan kasus,” jelas Sultan.

Gencarkan Vaksinasi

Capaian persentase besaran sasaran vaksinasi DIY sebesar 2.818.230 orang yaitu dosis 1 mencapai 95,15 persen, dosis kedua 81,29 persen dan dosis tiga nakes 107,76 persen per 16 November 2021. DIY juga tengah menunggu arahan dari pusat untuk dapat melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia di bawah 12 tahun atau usia 11 hingga 6 tahun.

“Kami lebih baik melakukan pengetatan di bulan-bulan ini sembari melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2. Dengan harapan tidak ada peningkatan kasus Covid-19 baik sebelum maupun sesudah Nataru sehingga berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Anggota DPD RI dari DIY, GKR Hemas mengatakan kekebalan komunal di Yogya sendiri sebenarnya sudah akan terbentuk karena vaksinasi yang dilakukan di kota ini hampir mencapai 90 persen. Ia optimis dengan kerjasama semua pihak maka target 100 warga menjalani vaksinasi dapat tercapai.

“Masyarakat Yogya hampir 90 persen sudah divaksin dan kita harapkaan 100 persen tercapai. Dengan 90 persen vaksinasi sudah menunjukkan angka penurunan (angka positif harian), apalagi jika sudah 100 persen nantinya,” jelas Hemas.

Disiplin Prokes

Hemas mengatakan pergerakan masyarakat saat libur Nataru harus diantisipasi. Cara yang paling efektif yaitu dengan penegakan prokes di tengah masayarkat. Tak hanya bagi masyarakat DIY saja, melainkan juga bagi para wisatawan pendatang.

Memakai maskir, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan maupun mengurangi aktivitas di luar rumah harus terus dilakukan. Kesadaran ini wajib senantiasa didengungkan di tengah masyarakat agar bahaya penularan Covid-19 tidak terjadi.

“Walaupun sudah zero pun kita tetap harus melaksanakan prokes dengan baik. Ini harus diantisipai oleh masyarakat,” lanjutnya.

Hemas optimis jika masyarakat taat menerapkan prokes dalam kehidupannya sehari-hari maka menyebaran dalam skala besar itu tidak akan terjadi. Sebelum gelombang ketiga Covid-19 datang maka masyarakat harus waspada dan antisipasi, yakni dengan cara menaati prokes.

“Yang penting prokes dan kita bisa menjaga diri sebelum gelombang itu datang dan kita tidak akan terdampak. Masyarakat harus punya kesadaran untuk melaksakan prokes dengan baik,” imbuhnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk siap dalam menghadapai liburan mendatang Tempat-tempat keramaian dan obyek wisata harus mendapat perharian khusus serta pengaturan pengunjung tetap harus dilakukan untuk menghindari kerumunan masyarakat. (Van)

BERITA REKOMENDASI