Proyek Wadaslintang Didesak Lelang Ulang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Proyek pembangunan peningkatan jaringan irigasi Wadaslintang di Kebumen Jawa Tengah (Jateng) akan segera dilakukan. Dari lelang yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu – Opak (BBWS SO) telah muncul perusahaan pemenang yang akan mengerjakan proyek dengan pagu senilai Rp 43 miliar tersebut.

Namun proses lelang yang dilakukan sehingga memunculkan pemenang tender mendapat sorotan dari Jogja Government Watch (JGW). Lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini menilai lelang proyek tersebut sarat akan pelanggaran.

“Sebenarnya banyak perusahaan yang layak menggarap proyek itu, namun justru perusahaan terbilang baru dan belum teruji kemampuannya sebagai pemenang. Ini salah satu yang kami pertanyakan,” kata CEO JGW, Muhammad Dadang Iskandar di Yogya, Senin (21/06/2021).

Menurutnya masih ada beberapa perusahaan yang sebenarnya layak menggarap proyek tersebut dan selama ini telah berpengalaman mengerjakan pembangunan di lingkungan BBWS SO. Namun justru perusahaan tersebut tak menang dalam lelang dan lebih memilih penggarap lain yang belum teruji kemampuannya.

“Dalam lelang kami menemukan dugaan adanya pelanggaran. Dokumen juga tidak lengkap, namun tetap dinyatakan sebagai pemenang,” tambahnya.

Selain itu perusahaan pemenang dalam lelang yang dibuka pada Maret lalu itu dari penelusuran JGW berasal dari Jakarta. Dadang Iskandar mengatakan jika perusahaan berasal dari Jakarta, sedangkan pengerjaan dilakukan di Kebumen maka efisiensi biaya akan banyak terpotong untuk operasional.

Alhasil proyek pembangunan yang dihasilkan tidak akan maksimal dan kualitas nantinya juga patut dipertanyakan. Padahal menurutnya peningkatan jaringan irigasi Wadaslintang ini merupakan proyek fasilitas milik negara yang diperuntukkan bagi rakyat sehingga pengerjaanya harus benar-benar baik.

JGW meminta dilakukannya lelang ulang yang bersih tanpa adanya muatan kepentingan. Sehingga akan muncul perusahaan yang benar-benar bonafit dalam menguasai bidang pembangunan di lingkungan BBWS SO.

Saat dikonfirmasi Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Yogyakarta, Yanuar Munlait menegaskan seluruh tahapan lelang telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Penentuan pemenang juga melalui berbagai tahapan yang ketat.

“Setiap perusahaan di tanah air berhak mengikuti lelang, karena lelang telah dilakukan secara terbuka dan transparan. Pokja tentunya telah melakukan seleksi ketat sesuai tahapan-tahapan yang harus dilalui,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI