Rayakan Dies Natalis ke-3, Unjaya Siap Berinovasi dan Berkreativitas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) membuka acara puncak Dies Natalis Unjaya ke-3 di Kampus I Unjaya. Pada sambutannya, Rektor menyampaikan Unjaya memperoleh ijin pembentukan Unjaya pada tanggal 26 Maret 2018 dari Menristekdikti nomor 166/KPT/I/2018, dan ditetapkan oleh ketua YKEP nomor Kep/20/YKEP/III/2019, maka dengan dasar tersebut setiap tanggal 26 Maret, Unjaya memperingatinya sebagai Dies Natalis.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Drs. Djoko Susilo, S.T.,M.T.,IPU juga menerangkan bahwa Unjaya telah memperoleh beberapa prestasi baik dosen dan mahasiswanya seperti diperolehnya hibah penelitian dari Kemenristek/BRIN dan menduduki peringkat 4 secara Nasional, dan beberapa hasil penelitiannya berupa Jurnal artikel yang terpublikasi secara Nasional dan Internasional.

Selain itu, beberapa penelitian telah tersertifikasi Hak Paten dan atau Hak Cipta. Prestasi bidang kemahasiswaan juga menjadi prestasi Unjaya selama tahun 2020, meliputi Juara I Lomba Essay Nasional dan Juara I lomba Video Kreatif Nasional, hal tersebut dibarengi dengan diperolehnya hibah dari Kemendikbud dan LLDikti Wilayah V, DIY terkait Program Kreatifitas Mahasiswa bidang penelitian.

“Pada perkembanganya, Unjaya telah mengembangkan dan membentuk sentra HKI (Hak Kekayaan Intelektual, Unjaya Press, dan peningkatan sistem informasi Unjaya (SIM Aset, SIM Kepegawaian, dan SIM Penerimaan Mahasiswa baru serta Sistem informasi lainnya) untuk meningkatkan mutu layanan akademik Unjaya,” ujar Rektor Unjaya.

Selain sambutan Rektor Unjaya, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman, S.Sos.,M.SI juga memberikan arahan pada kegiatan puncak Dies Natalis Unjaya ke-3. Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) mengapresiasi Unjaya telah menoreh berbagai prestasi baik Dalam dan Luar Negeri.

Tantangan kedepan, pekerjaan YKEP dan Unjaya akan semakin lebih kompleks dan rumit, diharapkan akan sejajar dengan Universitas Besar lainnya di Indonesia.  Beberapa program YKEP dan Unjaya ke depan menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai , modern yang sesuai dengan situasi dan kodisi di jaman modern berbasis ICT (Information Communication Technology) yaitu berbasis komunikasi dan teknologi terkini.

“Sehingga dua lembaga Universitas dibawah YKEP (Unjani cimahi dan Unjaya) akan maju secara selaras, dan maju secara bersama sama menuju pendidikan yang lebih bagus, berkualitas dan mampu berdaya saing tinngi serta mampu memanfaatkan peluang yang ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Peluang Unjaya dapat melakukan kerja sama antar Universitas di lingkungan YKEP dan Universitas di luar YKEP, yang kedua bisa memanfaatkan peluang kerja sama dan implementasi dengan Angkatan Darat (AD), terutama dalam kelengkapan AD dan memanfaatkan ilmu dari AD.

Unjaya memiliki 3 Fakultas (FKES, FTTI, FES) dan semua prodi di lingkungan Unjaya dapat berkeja sama dengan lembaga di AD sehingga dapat meningkatkan kualitas peserta didik. YKEP menghimbau Unjaya untuk keluar dari kebiasan2 yang sudah ada, yaitu mencoba untuk berinovasi melalui kerja sama.

Salah satu contohnya prodi Psikologi FES dapat melakukan kerja sama dengan lembaga Dinas Psikologi AD (DISPSIAD). TNI AD sudah lama melakukan rekruitmen prajurit baru, seleksi masuk pendidikan, seleksi jabatan, dan seleksi operasi. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan sebagai objeck pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada KBAD dan penelitian sehingga mahasiswa psiklogi akan menjadi berkualitas.

Khusus Dekan FKES dapat bekerja sama dengan lembaga AD seperti kerja sama dengan lembaga kesehatan AD dari RS AD tingkat III, II, dan RS Pusat. RS TNI AD tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 68 RS. Banyaknya RS TNI AD tersebut mahasiswa FKes Unjaya dapat praktik di tempat Pelayanan Kesehtan TNI AD, sehingga setiap mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama untuk praktik.

Ketua Pengurus YKEP berpesan semakin sering melakukan praktik kesehatan maka semakin meningkat kualitas seseoang/mahasiswa kesehatan. TNI AD juga ada lembaga yang mengurusi, membuat, dan mengelola obat atau Farmasi AD yang dapat dimanfaatkan oleh prodi farmasi FKes Unjaya untuk melakukan kerja sama praktik, dan penelitian.

YKEP sependapat dengan Rektor Unjaya ingin mewujudkan Unjaya menjadi Unggul dan Terdepan. Kata Unggul dan Terdepan menjadi kata kunci dalam setiap pengabdian, pikiran, dan ucapan diarahkan pada Universitas yang unggul dan terdepan.

YKEP mengapresiasi terhadap prestasi yang diperoleh Unjaya seperti pencapaian akreditasi Insitusi B dan tentu menjadi kebanggan. Kedepan, dapat ditingkatkan prestasi yang telah diperoleh dan meningkatkan kegiatan Tridharma PT (Pendidikan, Penelitian dan Pengabmas).

Di hari Dies Natalis Unjaya, tanggal 26 Maret 2021, Ketua Pengurus YKEP berharap semoga di usia Unjaya yang relative muda tentu akan jauh lebih menghasilkan prestasi yang membanggakan untuk menjadi Universitas Unggul dan Terdepan.

Beberapa agenda kegiatan di Dies Natalis Unjaya ke-3 seperti Lomba Inovasi Dosen, Lomba Inovasi Mahasiswa dan juga Lomba Video Promosi Kesehatan setingkat SMA/SMK/sederajat turut memeriahkan serangkaian acara.

Juara I Lomba Inovasi Dosen diraih oleh Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D3), Unjaya, juara I Lomba Inovasi Mahasiswa diraih oleh Tim Mahasiswa Prodi Manajemen (S1) Unjaya,  dan Juara I lomba Inovasi Video Promosi Kesehatan setingkat SMA/SMK/sederajat oleh Tim SMAN 3 Mukomuko Bengkulu.

Selain penyerahan sertifikat juara lomba inovasi secara luring dan daring, acara puncak Dies Natalis Unjaya ke-3 menyelenggarakan Orasi ilmiah yang dibawakan oleh Bapak Dr. Sujono Riyadi, M.Kes., dengan judul Perilaku Tidak Merokok Remaja pada Masa Pandemi di Yogyakarta.

Dr. Sujono menjelaskan bahwa sikap remaja berperngaruh secara langsung terhadap perilaku tidak merokok remaja. Definisi sikap dalam hal ini adalah bentuk evaluasi kepercayaan atau perasaan positif setiap individu dalam merokok.

Selain itu, Normal subjektif berpengaruh secara tidak langsung terhadap perilaku tidak merokok remaja, yang berarti nilai, aturan, persepsi individu terhadap berbagai kepercayaan orang lain akan mempengaruhi niatnya untuk merokok.

Selain sikap dan norma, orator ilmiah juga menjelaskan bahwa pengetahuan, media dan modal sosial teman sebaya berpengaruh secara tidak langsung terhadap perilaku tidak merokok remaja.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Dedy Hariyadi, M.Kom memberikan orasi ilmiah dengan judul Bangkolo (Aplikasi Vulnerability Identification Berbasis Hybrid Apps). Orasi yang disampaikan menjelaskan bahwa perlu adanya inovasi keamanan informasi di sektor Pemerintah, biaya sewa perangkat vulnerability assessment yang mahal, sehingga dengan pengembangan Aplikasi Vulnerability Identification Berbasis Hybrid Apps dapat mendukung pengembangan aplikasi yang aman pada sektor Pemerintah.

Hasil dari penelitian tersebut telah tersertifikasi E-HKI Program Komputer dengan judul Bengkolo App-Aplikasi Identifikasi Celah Keamanan Menggunakan Hybrid Apps. (*)

BERITA REKOMENDASI