Pengemudi Taksi Datangi Dishub DIY, Minta Aplikator Penyedia Armada Angkutan Ditindak

user
ivan 15 Agustus 2022, 12:18 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Belasan pengemudi taksi baik online maupun konvensional mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Senin (15/08/2022). Kedatangan para pengemudi ini untuk menyampaikan temuan adanya salah satu operator aplikasi taksi online yang mengadakan armada angkutan. Menurut para pengemudi hal itu tak bisa dibenarkan dan melanggar aturan undang-undang sehingga harus ditindak tegas.

Perwakilan pengemudi, Muhammad Amin Abdullah mengungkapkan sudah sejak sebulan lalu pihak aplikator mengoperasikan armada angkutan tersebut. Kendaraan yang beroperasi hampir seluruhnya berplat B maupun L.

"Dishub harus bertindak tegas. Pihak aplikasi yang mengadakan unit kendaraan harus ditindaklanjuti dan diberi sanksi karena jelas itu melanggar aturan. Apalagi plat nomor yang untuk beroperasi non AB," kata Amin yang juga sebagai Ketua Perkumpulan Pengemudi Taksi Argometer Yogyakarta (Perpetayo) DIY usai beraudiensi dengan pihak Dishuub DIY.

Para pengemudi dalam penelusurannya menemukan jika pihak aplikator menyediakan kendaraan untuk disewakan kepada driver. Saat ini jumlahnya diperkirakan telah mencapai sekitar 50 unit mobil.

Selanjutnya para driver akan mengoperasikan kendaraan tersebut dengan sistem order seperti pengemudi taksi online pada umumnya. Cara itu menurut Amin jelas akan mematikan para pengemudi taksi online yang selama ini telah berjalan.

Ia meyakini jika sistem ini beroperasi maka yang bakal terjadi adalah monopoli di jalanan dalam mengangkut penumpang. "Keberadaan teman-teman akan sangat terancam, otomatis order akan diskrimasi. Jika ada orderan pasti pihak aplikasi akan mendahulukan driver yang menyewa unit mobil, teman-teman di sini hanya akan dapat order sisanya saja," imbuhnya.

Amin meminta pihak Dishub DIY untuk bertindak tegas, pasalnya apa yang dilakukan pihak aplikator tidak memiliki landasan hukum. Ia juga menyatakan jika dalam waktu liha hari temuan ini tidak ditindaklanjuti maka para pengemudi akan kembali mendatangi Dishub DIY.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku pihaknya baru mengetahui jika ada penyedia aplikasi mengadakan armada angkutan. Ia menegaskan laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan mendatangi operator layanan aplikasi yang dimaksud.

"Besok kita akan cek di pool seperti apa, itu salah juga kerena tidak berizin pastinya. Kalau berizin pasti kami tahu," kata Ni Made. (*)

Credits

Bagikan