Rp 5,76 Triliun Disalurkan Bagi Masyarakat Yogya Selama Pandemi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama masa pandemi melanda, pemerintah telah menempatkan dana Rp 5,76 triliun untuk disalurkan kepada masyarakat DIY. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk kredit dengan bunga ringan melalui bank yang telah ditunjuk sebagai mitra. Penyaluran dana tersebut dilakukan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat yang terdampak akibat wabah Covid-19.

“Untuk penempatan dana tahap pertama kemarin, enam bulan pertama yaitu sebesar Rp 5,76 triliun. Dari kumlah tersrbut sudah disalurkan kepada masyarakat jumlahnya ada 95.995 debitur,” jelas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Parjiman dalam sosialiasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pelaku UMKM yang dilaksanakan Anggota DPD RI Cholid Mahmud di Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Kamis (04/03/2021).

Ia menegaskan penempatan dana tersebut memang tidak dilakukan kepada seluruh bank. Di DIY hanya ada delapan bank yang pada tahap pertama dipercaya untuk menyalurkan dana tersebut yakni BRI Syariah, BNI Syariah Mandiri, BRI, BNI, BTN, BPD DIY dan Bank Jateng.

Parjiman mengatakan penempatan dana bagi masyarakat tersebut akan kembali dilakukan dengan tentunya mengevaluasi kinerja bank dalam melakukan target penyaluran dana yang ada. Mengenai besarannya hal itu juga masih akan dievaluasi pemerintah sesuai dengan daya serap masyarakat.

Wakil Pimpinan Kanwil BRI DIY, Tresnawan Dwi mengatakan sebanyak 80 persen nasabah BRI merupakan pelaku UMKM. BRI hingga kini tetap berkomitmen untuk peduli terhadap pelaku UMKM sebagai roda penggerak di tengah masyarakat.

“BRI terus menyalurkan kredit bagi masyarakat. Kami juga selalu memberikan suport kepada para pelaku UMKM pada masa pandemi ini,” jelasnya

Anggota DPD asal DIY Cholid Mahmud dalam kesempatan ini mengatakan, program PEN sengaja diluncurkan pemerintah guna perbaikan kondisi ekonomi. Dalam upaya mendukung program tersebut ia minta OJK dan perbankan untuk selalu bersinergi melaksanakan kebijakan itu agar perekonomian dapat cepat normal.

“Program ini harus mendapat dukungan dari berbagai pihak. OJK dan perbankan harus bersinergi untuk membangkitkan kembali ekonomi di DIY,” kata Cholid Mahmud. (*)

BERITA REKOMENDASI