Sengketa Jual Beli Rumah Rp 6,5 M Berlanjut Banding

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Agus Artadi dan Yenny Indarto melalui kuasa hukumnya menyatakan banding atas putusan hakim yang mengabulkan sebagian gugatan perdata dengan nomor perkara 29/Pdt.G/2021/PN Yyk. Sebagai tergugat, pasangan suami istri pengusaha ini merasa keputusan hakim tidak tepat karena justru merakalah yang sebenarnya dirugikan dalam sengketa jual beli rumah senilai Rp 6,5 miliar tersebut.

“Klien kita tidak pernah menerima uang kekurangan Rp 500 juta. Walaupun ada bukti yang dinyatakan adanya tanda bukti Rp 1,25 miliar, namun penyerahan itu tidak pernah ada. Yang nyata hanya Rp 5 miliar,” kata kuasa hukum tergugat, Oncan Poerba SH.

Pengacara senior ini menyatakan, justru Agus Artadi dan Yenny Indarto sebagai penjual sebenarnya dirugikan. Pasalnya uang juali beli rumah di Jalan Magelang no 14 Yogyakarta yang seharusnya dibayarkan namun kenyataannya hingga kini belum mereka terima seluruhnya, alias masih ada kekurangan.

Masalah penggugat telah melakukan pelunasan melalui pihak ketiga, menurut Oncan hal itu tidak ada kaitan dengan kliennya. Pelunasan dengan cara tersebut tidak ada dalam perjanjian awal antara penjual sebagai pemilik rumah dan pembeli yakni Julia serta suaminya, Gemawan Wahyadhiatmika.

“Jadi misal katanya dibayar ke sana (pihak ketiga) Rp 1,5 miliar lalu jadi lunas, kan harus dibayar dulu (kepada tergugat). Kemudian pada keputusan pidana dahulu katanya dibayar dengan barang. Itu pun kepada pihak ketiga, bukan kepada pihak kita,” jelas Oncan didampingi Willyam H Saragih SH dan FX Yoga Nugrahanto SH.

Oncan optimis Agus Artadi dan Yenny Indarto akan menang pada sidang di tingkat banding. Waktu 14 hari yang dimiliki akan dimanfaatkan penasihat hukum untuk melengkapi segala proses administrasi dalam pengajuan banding tersebut.

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta yang dipimpin Suparman SH, Kamis (23/09/2021) kemarin mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Julia dan Gemawan Wahyadhiatmika. Dalam amar putusannya hakim menyatakan akta kuasa menjual no 55 tanggal 27 September 2018 serta akta jual beli no.40/2018 tanggal 27 September 2018 sah dan mempunyai kekuatan hukum.

Hakim juga menyatakan para penggugat sebagai pemegang hak sebidang tanah dan bangunan seluas 199 meter persegi yang disengketakan itu. Selain itu para tergugat diminta untuk segera melakukan pengosongan atas bidang tanah dan bangunan tersebut. (Van)

BERITA REKOMENDASI