Simbil Eatery Dorong Perputaran Ekonomi Sektor Wisata Sleman 

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pandemi Covid19 selama hampir 2 tahun ini telah menurunkan PAD di sektor pariwisata. Namun, di Sleman Yogyakarta perlahan geliat wisata mulai bangkit. Salah satunya lokasi wisata kuliner @simbileateryandcoffee yang kini justru tumbuh dan menyumbang pajak bagi Kabupaten Sleman.

Haris Hermawan, pengelola kafe @simbileateryandcoffee menyebutkan, pihaknya berusaha agar pariwisata Sleman tetap hidup dan tumbuh meski di kala Pandemi. Kondisi kelesuan pariwisata tersebut jelas berdampak menurunnya Pendapatan Asli Daerah akibat Pandemi Covid 19 namun hal itu justru menjadi penyemangat bagi pemilik kafe @simbileateryandcoffee untuk tetap mendorong dan berkontribusi bagi pendapatan daerah.

“Di tengah orang menunda untuk membuka usaha kuliner di tengah pandemi, Simbil justru buka karena bertujuan berkontribusi kepada pemerintah. Selain itu Simbil turut serta menggeliatkan sektor pariwisata dan ikut berkontribusi meningkatkan PAD dgn turut menyumbang melalui pajak restoran,”ungkapnya.

Kondisi kelesuan ekonomi tersebut justru ditangkap sebagai momen agar bisa bangkit. Memilih lokasi di sekitar embung Tambakboyo, melengkapi tujuan tersebut, karena dengan kehadiran @simbileateryandcoffee justru menggairahkan ekonomi masyarakat sekitar Tambakboyo. Dampak ekonomi pun terasa dengan kehadiran @simbileateryandcoffee karena mampu berkontribusi mendorong ekonomi masyarakat sekitar Embung Tambakboyo karena menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke Tambakboyo.

“Pastinya dengan adanya Simbil menambah daya tarik pengunjung untuk datang ke Tambakboyo, sehingga roda perekonomian masyarakat sekitar tambakboyo semakin meningkat,” ungkap Haris.

Haris menyampaikan, sejak awal, pihaknya memang hendak membuat sebuah tempat nongkrong yang menyatu dengan alam. Kawasan sekitar Embung Tambakboyo pun dipilih karena menjadi lokasi warga yang melaksanakan olahraga.

Deretan sajian yang dihadirkan pun cenderung sangat beragam, serta komplet. Mulai dari menu tradisional, seperti sayur lodeh, hingga aneka macam jajanan pasar, dan bakery.

“Total, kami ada masing-masing 40 menu makanan, dan minuman. Jadi, konsepnya prasmanan, pengunjung dapat memilih, dan mengambil sendiri makanannya. Soal harga, jelas terjangkau, ya, antara Rp3 ribu sampai Rp25 ribu, merakyat lah, istilahnya,” ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI