Sleman Segera Gelar Pilkades, 9.465 Petugas Jalani Rapid Test

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak bakal digelar di 49 desa wilayah Kabupaten Sleman. Dengan menggunakan sistem e-voting, Pilkades serentak akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember mendatang.

Karena berlangsung di tengah masa pandemi, penerapan protokol kesehatan bakal dilakukan secara ketat. Setidaknya 9.465 petugas penyelenggara bakal mengikuti rapid test guna memastikan kondisi kesehatan benar-benar terbebas dari Covid-19 sebelum mereka bertugas.

Jumlah tersebut terdiri dari 7.717 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), 1.095 tenaga teknis lapangan (TTL), 539 panitia desa, dan 114 orang cadangan TTL. Karena jumlah peserta yang banyak, rapid test dilakukan secara bertahap mulai tanggal 7-14 Desember 2020 di 25 puskesmas, laboratorium kesehatan dan RSUD yang ada di Sleman.

“Hasilnya tes masih di Dinas Kesehatan, belum disampaikan kepada kami,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sleman, Budiharjo kepada KRJOGJA.com, Jumat (11/12/2020).

Persiapan pelaksanaan Pilkades serentak yang tinggal dalam hitungan hari tersebut sejauh ini sudah mencapai 90 persen. Distribusi logistik dan komputer akan dilaksanakan Senin (14/12/2020) hingga Rabu (16/12020) pekan depan.

Tak ketinggalan guna mendukung penerapan protokol kesehatan disiapkan pula alat pelindung diri bagi petugas seperti masker, face shield, sarung tangan dan disinfektan. Kelengkapan ini sudah didistribusikan ke tingkat PPS sejak beberapa hari lalu.

Penyemprotan disinfeksi bakal dilakukan di 1.102 TPS. Di lokasi TPS nantinya disediakan sarung tangan dan para pemilih juga diwajibkan untuk memakai masker serta cek suhu tubuh sebelum memasuki bilik.

Untuk pengadaan APD, Pemkab menghabiskan anggaran senilai Rp 575,86 juta. Sementara untuk kegiatan rapid test bagi petugas pelaksana Pilkades, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1,63 miliar. “Total anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Pilkades 2020 sekitar Rp 14,6 miliar,” imbuh Budi. (Van)

BERITA REKOMENDASI