Sofwan D Ardyanto : Budaya Adalah Akar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Eksistensi budaya pada dasarnya memiliki makna hermeneutic yang bervariasi. Sebagai langkah awal memaknai secara holistik, perlu digaris bawahi bahwasanya budaya adalah produk konsepsi manusia yang telah mencapai titik kulminasi dan menjadi nuansa tersendiri bagi peradaban sebuah bangsa.

Di tengah era globalisasi, arus informasi menjadi semakin masif serta menempatkan publik sebagai objek indoktrinasi. Secara implisit, hal tersebut juga dibarengi dengan konsepsi kebarat-baratan (westernisasi) yang pada faktanya telah mereduksi kebanggaan terhadap budaya bangsa. Tidak sampai di situ, kondisi demikian tentunya memiliki dampak yang lebih luas berupa terdegradasinya tata nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat.

Urgensi untuk memperhatikan dan melestarikan budaya bangsa tentu menjadi tanggung jawab ideologis seluruh warga negara. Sebagai generasi yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan negeri, pemuda tentunya harus membuktikan komitmen dan kontribusinya dalam upaya konservatif tersebut. Bagaimanapun juga, masa depan negara yang lebih cerah tergantung dari kondisi pemudanya saat ini.

Guna menstimulasi partisipasi aktif dari pemuda untuk melestarikan budaya, Wakil Ketua Bidang Rekrutmen dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sofwan D Ardyanto membangun sinergitas progresif-harmonis dengan Karang Taruna Garuda Muda Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat. Konfigurasi konkret yang teraktualisasikan adalah melalui Parade Seni Rakyat yang diselenggarakan di Lapangan Bumi Asri, Minggu (28/11/2021).

Sosok pengagum ide-ide Soekarnois ini menuturkan bahwasanya keberadaan budaya memiliki signifikansi bagi terciptanya harmonisasi kehidupan masyarakat. “Sebagai Warga Negara Indonesia, kita punya kewajiban melestarikan kebudayaan, karena hal tersebut merupakan akar dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Sofwan D Ardyanto.

Bukan tanpa sebab, dalam literatur akademik, eksistensi sebuah negara dalam kancah percaturan global juga dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki. Semakin diperhatikannya sebuah budaya yang ada, maka eksistensi bangsa tersebut juga akan semakin diperhitungkan. Sebaliknya, ketika budaya bangsa terdekonstruksi, maka dampak yang dihasilkan adalah munculnya penjajahan modern dimana konsepsi state of mind masyarakat akan terbelenggu.

Melalui sinergitas yang terjalin dengan Karang Taruna Garuda Muda ini, Sofwan D Ardyanto juga berharap ke depannya akan muncul berbagai terobosan inovatif yang terus berprogres. “Kami bersyukur dan memberikan apresiasi karena Karang Taruna Garuda Muda telah melakukan terobosan di era new normal. Membangkitkan kembali semangat melestarikan budaya bangsa melalui penyelenggaraan Parade Seni Rakyat. Ke depan, giat ini harus terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan dengan eskalasi yang jauh lebih produktif,” paparnya.

Langkah strategis dari inisiator gerakan konservasi budaya tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Yunianto yang turut hadir membuka acara secara resmi. Ia mengutarakan kekaguman terhadap Sofwan D Ardyanto yang senantiasa memperhatikan dan melakukan tindakan konstruktif atas dinamika aktual yang terjadi pada kehidupan masyarakat.

“Bapak Sofwan D Ardyanto adalah pemerhati setiap situasi dan kondisi di masyarakat. Upaya realistis dan visioner terus digalakkan supaya masyarakat semakin maju dan mampu melakukan lompatan. Perhatiannya terhadap dunia seni ini merupakan cerminan atas salah satu poin Trisakti Bung Karno, yakni Berkepribadian dalam Berkebudayaan,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI