Sri Muslimatun Kunjungi Pengungsi Merapi, Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Wakil Bupati Sleman non aktif, Sri Muslimatun memantau langaung proses evakuasi warga Kalitengah Lor sejak dari titik penjemputan hingga masuk ke barak, Sabtu (07/11/2020). Ia berharap proses evakuasi warga dari kelompok lansia, ibu hamil, difabel dan balita tersebut dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur.

“Ada 130 warga yang masuk kelompok rentan ditambah 70 pendamping. Ini yang lebih dulu dievakuasi.

Sri Muslimatun juga meminta warga agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi kondisi Merapi. Dalam melaksanakan evakuasi, ia meminta petugas maupun masyarakat untuk mendahulukan warga yang masuk kelompok rentan itu.

Sri Muslimatun mengingatkan agar warga mengikuti kebijakan pemerintah. Termasuk penanganan kebencanaan yang menerapkan protokol kesehatan diantaranya tetap menjaga jarak walaupun di pengungsian, selalu mengenakan masker dan senantian hidup bersih.

Meski statusnya sebagai warga biasa karena menjadi Calon Bupati Sleman, Sri Muslimatun tetap menaruh perhatian terkait penanganan kebencanaan. Ia memilih terjun ke lapangan untuk ikut menenangkan warga.

“Saya sangat perhatian sekali dengan masalah bencana ini. Selama menjadi wakil bupati saya memang mengurusi masalah kesejahteraan masyarakat termasuk penanganan kebencanaan,” kata Sri Muslimatun.

Tak lupa ia berdialog dengan sejumlah warga lanjut usia (lansia) yang akan mengungsi. Salah satunya kepada Narto Sihono (70). Warga Kalitengah Lor ini harus mengungsi ke barak pengungsian bersama istrinya setelah diminta oleh kepala dukuh. Segala sesuatunya pun disiapkan untuk dibawa ke lokasi pengungsian.

“Saya sudah siap lahir dan batin. Saya masih punya satu sapi perah di kandang. Mungkin besok dibawa ke kandang darurat. Semua surat-surat penting sudah dibawa di dalam tas,” ujarnya.

Sementara Dukuh Kalitengah Lor Suwondo mengatakan surat perintah untuk melakukan evakuasi warga Kalitengah Lor baru turun, Sabtu (07/11/2020) siang. Pihaknya pun mengumpulkan warga dari kelompok rentan di sejumlah titik penjemputan untuk dievakuasi ke Barak Pengungsian di Kalurahan Glagaharjo.

“Sebagian warga ada yang sudah diantar oleh keluarganya ke barak. Total kelompok rentan yang diungsikan ada sekitar 130 warga kelompok rentan dan 70 pendamping. Untuk ternak ada sekitar 300 lebih yang akan diungsikan,” katanya. (Van)

BERITA REKOMENDASI