Stabilitas Sistem Keuangan DIY Tetap Terjaga di Tengah Pandemi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perbaikan dari sisi ekonomi ini didukung pula oleh kinerja sektor keuangan yang semakin baik. Stabilitas sistem keuangan daerah DIY tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Intermediasi perbankan terus mengalami perbaikan secara bertahap yang didorong ketersediaan likuiditas yang cukup, permintaan kredit/pembiayaan yang semakin baik, serta pengelolaan risiko kredit atau pembiayaan yang cukup berhati-hati.

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono mengatakan permintaan kredit membaik sejalan dengan meningkatnya aktivitas dunia usaha dan konsumsi, sejalan dengan melonggarnya aktivitas masyarakat. Sementara dari sisi penawaran, dukungan penyaluran kredit baik dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun yang bersumber dari Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan menopang ekspansi perbankan.

“Hal ini tentunya didukung oleh pengelolaan risiko perbankan, termasuk di dalamnya program restrukturisasi kredit. Tingkat pengajuan restrukturisasi kredit terus mengalami penurunan, sehingga kredit berisiko atau Loan at risk dari perbankan saat ini dalam tren menurun. Selain itu, tingkat rasio kredit non-perform perbankan juga masih dalam threshold aman,” tuturnya di Yogyakarta, Rabu (01/12/2021).

Miyono menyatakan dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi, BI sebagai otoritas berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran Sistem Pembayaran baik tunai maupun nontunai. Dari sisi tunai, BI akan menjaga kecukupan uang beredar sesuai nominal dan pecahan yang dibutuhkan masyarakat.

“Selain itu, kami juga terus berkomitmen untuk proaktif dalam meningkatkan layanan penyediaan uang rupiah layak edar, termasuk didalamnya melakukan berbagai inovasi dalam rangka mitigasi risiko pandemi yang sekaligus meningkatkan kualitas rupiah layak edar,” ujarnya.

Sementara itu, pandemi juga telah mengakselerasi transaksi nontunai di masyarakat, baik melalui alat pembayaran menggunakan kartu maupun uang elektronik. Untuk meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menggunakan pembayaran nontunai, BI bersama Perbankan di DIY terus mendorong akseptasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Sebanyak lebih dari 325 ribu QRIS telah tersebar di berbagai merchant di DIY hingga saat ini yang meningkat dua kali lipat dibanding 2020.

“Sebagai catatan, penggunaan non-tunai tidak saja meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran, tetapi berkaitan erat dengan upaya digitalisasi. Termasuk inklusi keuangan UMKM sebagai strategi dalam pengembangan UMKM,” imbuhnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI