Subardi : Ciptakan Iklim Usaha Sehat, Perlu Kemitraan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kemitraan perlu dilakukan untuk membentuk iklim usaha sehat dan bermartabat. Dengan kemitraan maka persaingan usaha antar perseorangan maupun lembaga dapat dihindari. Selain itu kemitraan yang dilakukan dapat meminimalisir potensi terjadinya permainan maupun kecurangan dalam suatu usaha.

“Kemitraan adalah jawabannya. Jika orang perorang atau pengusaha dengan pengusaha tentunya relatif terlalu ribet. Kemitraan harus dilakukan langsung dengan KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha),” tegas Anggota Komisi VI DPR RI, Subardi saat menjadi pembicara dalam sosialisasi KPPU dengan tema ‘Urgensi Penciptaan Iklm Usaha Yang Sehat’ yang dilaksanakan di Hotel Merapi Merbabu Sleman, Kamis (27/05/2021).

Melalui kemitraan tersebut tentunya KPPU dapat melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Dengan demikian maka masyarakat maupun para pelaku usaha dapat mengetahui rambu-rambu yang boleh dilakukan atau tidak dalam berusaha.

Tidak dipungkiri selama ini persaingan usaha yang tidak sehat akan melahirkan praktik-praktik bisnis menyimpang. Tak hanya antar pelaku usaha saja, namun juga bisa melibatkan oknum-oknum pejabat lembaga pemerintahan yang berkewenangan dalam hal itu.

Legislator yang akrab disapa Mbah Bardi ini meminta KPPU dapat lebih maksimal dan menjalankan perannya dengan baik karena institusi ini dibentuk negara untuk rakyat. Dengan iklim usaha yang sehat maka nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami memiliki fungsi pengawasan, yakni bagaimana segala sesuatu dilakukan sesuai dengan undang-undang. Kami ingin bagaimana peran KPPU dalam dunia usaha dapat dilakukan dengan baik,” kata Ketua DPW NasDem DIY itu.

Subardi juga menyoroti soal kecilnya angaran KPPU tahun ini yang nilainya kurang lebih Rp 100 miliar. Untuk ukuran lembaga pengawasan, anggaran tersebut menurutnya terhitung kecil dan kurang optimal.

“Melihat cukup besarnya iklim usaha, namun tapi anggaran sangat kecil tahun ini berkisar Rp 100 miliar. Kalau angaran kecil maka kiprah KPPU tidak bisa menyentuh masyarakat.  Tidak ada salahnya jika anggaran KPPU ditingkatkan dalam rangka meningkatkan iklim usaha yang sehat,” tegasnya.

Sementara itu Ketua KPPU, Kodrat Wibowo mengatakan persaingan usaha selama itu sehat maka akan berdampak baik bagi pelaku usaha maupun konsumen, dalam hal ini masyarakat. Namun jika persaingan usaha dilakukan secara tidak sehat maka akan menimbulkan monopoli yang dapat merugikan banyak pihak.

“Undang-undang persaingan tidak melarang dan menghukum perusahaan menjadi besar. Tetapi perusahaan yang memiliki dominasi pasar perlu diawasi karena memiliki kecendrungan menyalahgunakan posisi dominannya,” tegas Kodrat.

Untuk lebih mempermudah dalam melakukan pengawasan dan penerimaan laporan, KPPU akan mendirikan Kantor Perwakilan Yogyakarta. Kantor ini akan diresmikan bulan depan dan nantinya membawahi wilayah DIY – Jateng. (Van)

BERITA REKOMENDASI