Subardi Dorong Pelaku UKM Berkembang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Digital marketing merupakan strategi pemasaran yang efektif di tengah kondisi pandemi. Pola ini menjadi solusi bagi para pelaku ekonomi mikro untuk menjangkau lebih luas lagi pemasarannya.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR Subardi dihadapan lebih dari 30 kelompok pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Sleman yang mengikuti pelatihan digital marketing di salah satu hotel kawasan Seturan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (08/09/2021). Program tersebut merupakan aspirasi Subardi bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Bisnis itu selalu berkembang dan harus adaptif dengan teknologi. Begitupun dengan UKM yang perlu memanfaatkan pasar digital. Caranya bagaimana? Tentu dengan digital marketing. Saya kira ini solusi agar pelaku ekonomi mikro tetap eksis di tengah pandemi,” kata Subardi sekaligus membuka acara melalui sambungan virtual.

Pelatihan ini dinilai sangat penting oleh Subardi, meski sebagian pelaku UKM sudah menjajal dunia market place atau platform online. Baginya, pelaku UKM perlu lebih memahami lebih dalam lagi apa itu marketing digital, termasuk soal statistik dan manajemen produksi.

“Tetap perlu pelatihan agar pelaku UKM tidak sekedar masuk di pasar online, tetapi memahami banyak hal, seperti statistik dan manajemen. Apalagi narasumbernya pemain besar digital marketing. Saya yakin ini menjadi pemantik agar pelaku UKM tidak sekedar berjualan di pasar online, melainkan memahami strateginya,” tutur Subardi yang mengapresiasi kinerja Kementerian Koperasi dan UKM.

Ketua DPW NasDem DIY itu juga menceritakan bahwa Fraksi Partai NasDem telah menyetujui Undang-Undang tentang Perdagangan Elektronik ASEAN. Politisi Senior itu pula yang menyerahkan draf persetujuan mewakili Fraksinya kepada Menteri Perdagangan.

“Kita sekarang sudah punya UU perdagangan elektronik ASEAN. Ini akan memudahkan produk UKM untuk tembus pasar ASEAN. Jadi momentumnya tepat, setelah pelatihan ini orientasi harus masuk pasar ASEAN,” terang Subardi.

Sementara perwakilan Kemenkop UKM, Amrih Wigiati menjelaskan, para pelaku UKM tidak boleh alergi terhadap perkembangan teknologi. Teknologi adalah kesempatan untuk mengelola hasil produksi agar meningkat dan selaras dengan permintaan pasar digital. Mengutip data Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce pada berbagai marketplace pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp 186,75 triliun atau tumbuh 63,36 persen yoy.

“Pelatihan ini tidak hanya menjelaskan teori digital marketing, tetapi praktek langsung. Peserta akan diajarkan secara menyeluruh mulai dari kemasan hingga penjualan. Ini penting agar pelaku tahu apa yang diinginkan pasar karena nilai transaksinya luar biasa,” kata Amrih selaku Analis Kebijakan Pengembangan SDM UKM itu.

Di kesempatan itu, Amrih Wigiati hadir didampingi Perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Tatik Ratnawati dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Mae Rusmi. Pelatihan digital marketing berlangsung pada 8-10 September. Para peserta juga memamerkan produk unggulannya, seperti kerajinan tangan, batik, olahan makanan dan minuman. (*)

BERITA REKOMENDASI