Subardi Gelar Pelatihan UMKM Serentak di Tiga Kabupaten

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Angota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Subardi, menggelar pelatihan bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menenengah (UMKM) serentak di tiga kabupaten wilayah DIY. Pelatihan ini merupakan program aspirasinya yang ditindaklanjuti bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian sebagai mitra kerja di Komisi VI. Pelatihan serentak ini digelar di Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo selama 4 hari, sejak Jumat (13/11/2020) hingga Minggu (16/11/2020).

Ada enam jenis pelatihan yang diikuti lebih dari 150 pesertayakni pelatihan konveksi, elektronik, minuman herbal, olahan ikan, kosmetik dan bengkel las. Seluruh pelatihan ini dibekali oleh instruktur profesional dari kalangan pelaku usaha. Sementara peserta merupakan perwakilan dari lima rumah aspirasi Subardi di empat kabupaten dan satu kotamadya wilayah DIY.

Subardi mendorong agar peserta serius mengikuti pelatihan. Semangat menjadi pengusaha harus ditumbuhkan meski baru merintis dengan usaha-usaha berskala mikro. “Niat menjadi wirausaha harus dimulai saat ini. Fokus dan tekuni potensi yang kalian miliki,” kata Subardi kepada para peserta saat memberikan pelatihan di Hotel Merapi Merbabu Sleman, Sabtu (14/11/2020).

Menurut politikus yang akrab disapa Mbah Bardi ini, mencetak wirausaha tidak bisa serta merta secara instan. Melalui pelatihan ini, ia optimis akan banyak melahirkan pengusaha baru.

“Mencetak wirausaha tangguh, tidak bisa dilakukan sekejap. Perlu pembinaan yang fokus meningkatkan kualitas SDM. Saya yakin pelatihan ini adalah fase awal mencetak pengusaha baru,” ujar Subardi.

Pelatihan ini merupakan gelombang kedua di tahun 2020. Sebelumnya pelatihan serupa digelar pada bulan Juli. Subardi menambahkan, semangat wirausaha dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi angka pengangguran.

“Sebagian yang ikut di gelombang pertama sudah berhasil eksis. Ada yang buka usaha konveksi, kerja sama dengan perancang busana. Ini contoh nyata, program aspirasi ini berjalan efektif. Banyak tumbuh wirausaha baru karena peserta yang lulus dipantau, didampingi dan diberi bantuan modal kerja,” terang Subardi. (*)

BERITA REKOMENDASI