Terdakwa Kasus KDRT Lakukan Aksi Pasung Diri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ary Broto Suseno, seorang driver online di Yogyakarta divonis dua bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Ia dinyatakan bersalah melakukan tindak KDRT terhadap mantan istrinya.

Sidang putusan yang digelar di PN Bantul pada Kamis (09/06/2022) lalu itu menyita perhatian berbagai pihak, termasuk pemerhati HAM Arifin Wardiyanto. Ia menilai vonis hakim mengesampingkan fakta-fakta persidangan.

Menurutnya bukti-bukti kekerasan yang terjadi pun dianggap janggal dan tidak sepenuhnya sesuai keterangan dokter. Salah satuhya terkait hal foto perlukaan. “Yang paling fatal yaitu foto perlukaan palsu, sebab foto perlukaan itu rekayasa bukan dari hasil visum et repertum,” ungkapnya sembari mengatakan jika persidangan juga dipantau Komisi Yudisial (KY).

Arifin menyebutkan awalnya rencana sidang putusan Jumat (03/06/2022) namun sidang ditunda. Penundaan dilakukan karena terdakwa sakit.

Sidang tersebut juga diliputi oleh banyaknya pengamanan pihak kepolisian. Meski sidang vonis pada Kamis (09/06/2022), suasana yang steril dari petugas polisi karena dijaga 2 Propam, namun pada sidang sidang sebelumnya lokasi persidangan dijaga ketat aparat kepolisian sehingga membuat mental terdakwa merasa tertekan.

Sementara terdakwa, Ary Broto Suseno menceritakan kenapa dirinya kini terancam pidana akibat difitnah. Selama ini ia juga telah melakukan berbagai upaya untuk meminta keadilan bagi dirinya.

Bahkan pada Rabu (08/06/2022) sore ia menggelar aksi pasung diri, sebagai simbol keadilan di negeri ini telah terpasung. Ia juga meminta bantuan supaya Presiden Joko Widodo, beserta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Saya ini korban kriminalisasi. Saya difitnah, terus terang saya sama sekali tidak pernah melakukan tindakan kekerasan kepadanya,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI