Tiga Nakes Positif Covid-19, IGD RSUD Wonosari Ditutup

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – RSUD Wonosari Gunungkidul menutup pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah tiga tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan dilakukan mulai Selasa (22/12/2020) hingga Rabu (23/12/2020). Langkah ini dilakukan untuk sterilisasi ruangan sehingga IGD nantinya dapat benar-benar steril dari virus Covid-19.

“Penutupan layanan selama 24 jam ini khusus untuk IGD RSUD Wonosari saja,” ungkap Direktur RSUD Wonosari, dr Sulistyowati M Kes, Rabu (23/12/2020).

Heru Sulistyowati mengatakan selama menutupan ini jika nantinya ada pasien yang datang maka akan dirujuk ke rumah sakit lain di Gunungkidul. Sedangkan untuk pasien biasa, dianjurkan untuk masuk ke layanan poli RSUD Wonosari.

Sementara itu perkembangan penanganan pasien Covid-19 saat ini di RSUD Wonosari terdapat 6 pasien suspect yang belum mendapatkan ruang perawatan. Jika sebelumya disediakan 27 bangsal untuk berbagai kategori usia, kini RSUD kembali menambah lagi 14 bangsal untuk persiapan pasien Covid-19. “Sehingga nantinya pasien suspect yang berada di ruang IGD bisa ditempatkan ke ruang perawatan,” jelasnya.

Sementara itu dalam beberapa hari terakhir ini pasien terkonfirmasi Covid-19 terjadi peningkatan terhitung dari Kamis (17/12/2020) hingga Senin (21/12/2020) yang jumlah sudah lebih dari 100 orang. Sedangkan jumlah penambahan terbanyak terjadi pada Sabtu (19/12/2020) dengan 50 warga terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes berharap kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan selalu mengenakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19. Penularan virus berdasarkan penelusuran (tracing) Dinkes di Gunungkidul berasal dari klaster keluarga, pondok pesantren, riwayat perjalanan dan tempat fasilitas umum yang hingga kini terus dilakukan penelusuran.

“Komitmen menjaga protokol kesehatan adalah kunci utama mencegah penularan Covid-19,” terangnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI