Unggahan Akun KPU Sleman, Bawaslu Tindaklanjuti Laporan Kubu MuliA

Editor: Ivan Aditya

LEMAN, KRJOGJA.com – Kasus dugaan pelanggaran pilkada yang dilakukan KPU Sleman melalui unggahan konten video di akun twitter resmi @KPUSleman selangkah lagi akan ditingkatkan ke proses penyidikan. Hal ini dinyatakan Surana selaku ketua DPD NasDem Sleman yang juga sebagai pelapor di Bawaslu.

Wakil ketua tim pemenangan paslon Sri Muslimatun – Amin Purnomo (MuliA) itu telah menandatangi berkas acara pemeriksaan di Bawaslu, sekaligus dinyatakan bahwa laporannya memenuhi syarat formil dan materil. “Laporan saya dinyatakan memenuhi syarat formil dan materil. Kalau diibaratkan kasus kriminal, laporan ini naik tingkat dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Surana, Rabu (18/11/2020).

Berdasarkan Perbawaslu No 8 Tahun 2020, dalam tiga hari kedepan kasus ini akan ditentukan apakah masuk pelanggaran etik atau pidana pemilu. Bila masuk dalam ranah etik, Bawaslu meneruskan ke Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu. Sementara bila memenuhi unsur pidana pemilu, prosesnya di ranah Kepolisian atau Kejaksaan melalui Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Surana berharap, kasus dengan Nomor Registrasi 02/Reg/LP/PB/Kab.15.05/XI/2020 segera diproses dan hasilnya diketahui publik. “Apakah masuk pelanggaran etik yang sanksinya berujung pada pemecatan, ataupun masuk pidana pemilu, saya ingin kasus ini segera rampung. Tujuannya agar proses pemilu di sisa waktu ini berjalan fair, tidak berpihak seperti kemarin,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Senin (16/11/2020) surana melaporkan KPU kabupaten Sleman kepada Bawaslu. Laporan ini menyangkut unggahan konten video KPU Sleman yang hanya menampilkan visi misi paslon 03, sementara dua paslon lainnya tidak diunggah.

Surana yang juga anggota DPRD Sleman itu membawa sejumlah bukti berupa tangkapan layar serta video berdurasi 38 detik. Unggahan ini telah dihapus pada Sabtu (14/11/2020) dini hari namun telah ditonton lebih dari 1.300 kali.

“Hari ini (Rabu, 18/11/2020) kami memutuskan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik unggahan video visi misi paslon di akun Twitter KPU Kabupaten Sleman,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa.

Tangkapan layar dan video program tersebut beredar ramai di dunia maya. Banyak warganet yang mempersoalkan netralitas KPU Sleman. Sementara KPU Sleman mengakui ada kelalaian dan memita maaf kepada publik. (*)

BERITA REKOMENDASI