UNRIYO Bersama Lima Perguruan Tinggi Gelar Vaksinasi Masal

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.500 dosen dan karyawan dari enam perguruan tinggi di Yogya mengikuti vaksinasi masal di Kampus II Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) kawasan Tajem Maguwoharjo Sleman, Minggu (30/05/2021). Vaksinasi di tingkat perguruan tinggi ini sebagai bagian upaya persiapan pihak kampus untuk menyongsong perkuliahan tatap muka yang diwacanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru mendatang.

Enam perguruan tinggi yang turut dalam vaksinasi ini yakni UNRIYO, Universitas Kristen Immanuel (UKRIM), Sekolah Tinggi Teologia Nazarene Indonesia (STTNI). Ada pula Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII), Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA dan Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO).

Ketua Panitia Nur Alvira Pascawati, SKM., MPH mengatakan vaksinasi ini digelar pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY maupun Kabupaten Sleman. Sebelumnya UNRIYO telah mengajukan diri kepada Dinkes Provinsi DIY dan Dinkes Kabupaten Sleman serta LL DIKTI Wil IV untuk dapat menggelar vaksinasi untuk kelompok dosen serta karyawan dan hingga akhirnya kampus ini dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami juga berterimakasih kepada pemerintah melalui Dinkes yang telah menfasilitasi vaksinasi ini secara gratis,” jelas Nur Alvira.

Ia menambahkan vaksin yang digunakan dalam vaksinasi ini yakni AastraZeneca. Vaksinasi ini merupakan tahap pertama, sedangkan tahap kedua bakal dilaksanakan kembali di Kampus II UNRIYO sekitar 12 minggu kemudian atau 3 bulan yang akan datang.

Nur Alvira mengatakan para dosen dan karyawan penerima vaksin sangat antusias mengikuti vaksinasi, termasuk para lansia di sekitar UNRIYO turut mengikuti program ini. Vaksinasi dilakukan dengan dibagi dalam beberapa kelompok agar tak terjadi kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Fransiska Lanni MS menambahkan dengan vaksinasi ini diharapkan perguruan tinggi nantinya siap untuk melakukan perkuliahan tatap muka. Ia mengakui perkuliahan selama pandemi yang digelar secara daring memang kurang efektif, khususnya untuk ilmu-ilmu praktik.

“Kita akan bertahap, nanti prosentasenya tergantung prodi masing-masing. Tapi yang jelas ilmu bidang kesehatan terutama yang profesi seperti Kebidanan, Keperawatan, Fisioterapi untuk praktek mereka tidak bisa secara daring. Tidak mungkin masang infuse, kateter, pemeriksaan tensi divideokan, jadi itu jadi prioritas buat kita,” tegasnya.

Fransiska Lanni berharap dengan adanya vaksinasi bagi pendidik di tingkat kampus ini akan mendukung herd immunity (kekebalan kelompok) yang ditargetkan pemerintah dapat tercapai. Dengan demikian pelaku pendidikan dapat menjadi contoh untuk menjalankan prokes di tengah masyarakat dalam upaya memerangi Covid-19.

Ia menyatakan UNRIYO sudah jauh hari menyiapkan diri untuk menyambut perkuliahan tatap muka jika nantinya telah diberlakukan. Mulai dari sarana prasarana bahkan hingga dosen maupun karyawan telah dibekali untuk menerima mahasiswa kuliah kembali dengan tetap menerapkan prokes.

Dalam kegiatan ini hadir pula para pimpinan perguruan tinggi yakni Rektor UKRIM Dr. Eka Setyaadi, M.Pd.K, Pumbantu Ketua 1 STP AMPTA Drs. Santosa, MM, Waka 3 STIMARYO Drs.Prasetyo Sigit Santoso, MPd.

Sementara itu Ketua STTNI, Dr. Seri Damarwanti, S.E, M.Th yang juga turut hadir mengatakan pihaknya mengirimkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengikuti vaksinasi ini. Ia berharap setelah semua tenaga pendidik mendapat vaksinasi dapat segera disusul pemberian bagi kelompok mahasiswa.

“Harapan kedepan giliran mahasiswa juga dapat menerima vaksinasi, walau tidak tahu kapan bisa dilaksanakan. Kalau misalnya ada kesempatan, cepat kami akan prioritaskan itu supaya semua cepat kembali normal,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI