Waode POPA Pernah Merasa Putus Asa

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Waode Heni Andraini, pemenang Pop Academy (POPA) Indosiar musim pertama tahun 2020 pernah merasa putus asa saat awal meniti karir tarik suaranya. Mimpinya untuk menjadi bintang seperti saat ini harus dibarengi dengan jerih payah dan penuh perjuangan.

Menjadi seorang penyanyi cafe, wedding singer hingga berjualan minuman pernah ia lakoni. Berbagai audisi ajang pencarian bakat juga telah diikuti gadis cantik asal Baubau Sulawesi Tenggara ini, namun Dewi Fortuna selalu menjauh dan belum berpihak kepadanya.

“Sempat merasakan putus asa, rezeki di nyanyi atau bukan sih? Aku sempat bertanya pada diri sendiri,” kata Waode dalam acara Semangat Senin Indosiar yang digelar secara virtual, Senin (08/03/2021).

Belia kelahiran 2 Mei 1997 ini mengaku POPA telah mengubah hidupnya dan mengantarkan pada cita-cita yang selama ini ia impikan. Setelah lulus kuliah di Jakarta dan saat kembali lagi ke Baubau ia mendapat informasi jika ada ajang pencarian bakat penyanyi pop di Indosiar.

Kesempatan itu tak disia-siakan olehnya. Untuk kesekian kalinya Waode kembali menjajal peruntungannya melalui jalur audisi kontes televisi tersebut dan berharap saat itu menjadi keberuntungan baginya.

“Karena saat itu dalam masa pandemi maka audisi secara online, Alhamdulillah bisa lolos dan ke final di Jakarta. Perjuangannya emang enggak mudah apalagi masa pandemi, bukan hanya skill bernyanyi tapi bagaimana kesehatan stamina selalu fit dan terjaga,” kata Waode menceritaka perjalanan hidupnya.

POPA musim pertama telah mengukuhkan Waode sebagai juara. Atas pencapaiannya itu, musisi Melly Goeslaw spesial menciptakan lagu berjudul ‘Cinta Tanpa Tapi’ yang dirilis pada 16 Februari 2021 tersebut bagi sang pemenang.

Bagi Waode yang dalam waktu dekat akan meluncurkan single religi, ajang pencarian bakat merupakan pintu menuju sukses. Adanya kontes menyanyi dapat menjaring bakat-bakat muda yang memang ingin serius terjun dalam dunia industri musik tanah air.

“Dengan banyaknya ajang pencarian bakat justru lebih bagus. Dari ajang ini kita bisa tahu bahwa ternyata banyak yang berpotensi untuk masuk dalam industri musik,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan runner up POPA musim pertama, Agnes Cefira Marcelia atau Agnes Cefira. Menurutnya walau saat ini ajang serupa cukup banyak, namun itu tak membuat kontes tarik suara menjadi hilang pamornya.

“Dibilang saingan enggak juga, karena kita butuh inspirasi. Bagaimana melihat seperti itu, kembali kepada selera masing-masing. Namun yang pasti ini sangat cerah kedepannya,” ujarnya.

Sementara menurut Shandy Septian, para jebolan pencarian bakat harus bisa mempertahankan kualitas vocal agar tetap bisa eksis di belantika musik. Bagi Juara III POPA 2020 ini karir seorang penyanyi ditentukan dari bagaimana ia mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya sendiri untuk terus konsisten dalam jalur musik. (Van)

BERITA REKOMENDASI