Warga Dua Padukuhan di Sidomulyo Segera Dapat Menikmati Air Bersih Pamsimas

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Warga Padukuhan Gancahan VII dan VIII Kalurahan Sidomulyo Kapanewon Godean Kabupaten Sleman segera dapat menikmati air bersih seiring dengan akan dibangunnya Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ( Pamsimas). Proyek senilai Rp 250 juta ini akan dikerjakan selama tiga bulan dan mulai dilaksanakan bulan Agustus. Ditergetkan pada Desember mendatang Pamsimas telah bisa diresmikan untuk memenuhi kebutuhan 1.000 jiwa warga Gancahan VII dan VIII.

Lurah Sidomulyo, Rustho Busono mengungkapkan selama ini kebutuhan air masyarakat dua padukuhan tersebut menggunakan sumur di masing-masing rumah. Nantinnya Pamsimas yang akan dibagun memanfaatkan mata air Belik Benjo yang terletak di padukuhan tersebut.

“Dibangunnya Pamsimas ini harapan kami dapat mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat. Selain itu dengan adanya Pamsimas maka air yang dikonsumsi akan lebih bersih guna menunjang hidup sehat masyarakat,” kata Rustho Busono didampingi Ulu-ulu Kalurahan Sidomulyo Arfian Wicaksono, Jumat (06/08/2021).

Untuk pendanaan, dari pihak kalurahan juga turut mendukung dengan mengeluarkan angaran sebesar Rp 53 juta yang bersumber dari dana desa. Sedangkan dari masyarakat juga melakukan swadaya minimal Rp 50 juta.

“Dari kelompok keswadayaan masyarakat (KKM) Umbul Mulyo selaku pengelola wajib mengeluarkan dana swadaya sebesar Rp 14 juta. Dana itu harus sudah ada di dalam rekening sebelum dana hibah ditransfer,” tambahnya.

Ia menambahkan debit air dari Belik Benjo ini setelah dilakukan penelitian dan hasilnya diketahui dapat mencapai 1 liter per detik. Air yang dipompa tersebut akan ditampung dan selanjutnya disalurkan untuk mencukupi sekitar 200 sambungan rumah.

Dihubungi terpisah Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sunarto mengatakan dalam Pamsimas ini dibangun sejumlah fasilitas. Bagian konstruksi yang akan dibangun itu yakni bangunan perlindungan mata air (PMA), jaringan perpipaan, bak reservoir dan instalasi sambungan rumah (SR).

“Sumber air ada di Dusun Gancahan VII, jarak sumber mata air dengan reservoir itu sekitar 500 meter. Air dari sumber akan dipompa menggunakan mesin pompa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan tahapan dalam proyek ini tengah memasuki proses pencairan dana hibah yang bersumber APBD senilai Rp 250 juta. Dalam minggu ini diharapkan proses transfer segera masuk ke rekening KKM.

Dijelaskannya pembiayaan dalam Pamsimas dibagi tiga yaitu 70 persen dari APBD atau APBN, 20 persen dari kelompok masyarakat dan 10 persen berasal dari dana kalurahan. “Jadi kita masih menungu kesiapan dari masyarakat dan kalurahan. Sebesar 4 persen dari masyarakat harus sudah ada dalam rekening KKM terlebih dahulu,” katanya. (Van)

BERITA REKOMENDASI