Warga Maguwoharjo Pertanyakan Pencairan Dana Lahan Proyek Tol Solo – Yogya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Belasan warga di Maguwoharjo Sleman Yogyakarta yang tinggal di area pembangunan seksi 2 proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta berharap pembayaran uang ganti kerugian (UGK) segera dapat direalisasikan. Warga berharap pemerintah pusat dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini karena telah hampir dua tahun mereka hanya bisa menunggu kejelasan pencairan dana dari proyek tersebut.

Salah seorang warga, Bernard mengatakan sebagai warga negara ia mendukung program pemerintah dalam mewujudkan tol bagi masyarakat. Namun sayangnya uang ganti rugi dalam proyek itu belum tuntas.

“Sekarang kami berharap dan masih menunggu. Hampir dua tahun, kami sudah tidak mungkin memperjualbelikan lahan tersebut,” kata Bernard, Selasa (23/11/2021).

Saat ini terdapat 14 kepala keluarga di Dusun Maguwo Kelurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok Sleman yang terdiri dari 14 persil terkena proyek jalan tol. Warga pernah menghadiri undangan yang disampaikan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, surat undangan ditandatangani Sekretaris Tim Persiapan Drs Krido Suprayitno SE MSi tanggal 20 Januari 2020.

Pertemuan berlangsung di Balai Desa Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman tanggal 5 Februari 2020 pukul 19.30 hingga selesai. Agenda pertemuan adalah sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta di DIY.

Ia menegaskan warga mendukung pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta. Namun demikian warga juga meminta kepastian kapan uang ganti rugi tersebut akan dibayarkan sehingga mereka tak menanti-nanti tanpa kejelasan.

“Kami menunggu kabar selanjutnya setelah pemasangan patok. Tapi, sampai hari ini belum ada informasi baru,” ujar Bernard.

Bernard pun meminta Pemprov DIY membantu penduduk terkait uang ganti kerugian. “Saya yakin seratus persen, gubernur akan membantu harapan kami,” lanjutnya. (*)

BERITA REKOMENDASI