Yayasan Al Insanul Kamil Surabaya Luruskan Pemberitaan Tentang Sekolah Islam SHAFTA

Editor: Ivan Aditya

SURABAYA, KRJOGJA.com – Ketua Yayasan Al Insanul Kamil Surabaya Jawa Timur mengaku kaget dan merasa difitnah atas lemberitan salah satu media terkait pemecatan sepihak terhadap guru di Sekolah Islam SHAFTA, beberapa waktu lalu. Sebab selama ini Yayasan Al Insanul Kamil Surabaya Jawa Timur selalu mengedepankan aturan sesuai perundangan yang berlaku terkait pemutusan kerja.

Pada pemberitaan salah satu media pada 8 Maret lalu itu menyatakan pada awal Februari pihak Yayasan Al Insanul Kamil telah memberhentikan sejumlah guru dengan tanpa alasan. Pada pemberitaan tersebut disebutkan Ketua Yayasan Al Insanul Kamil Surabaya, Ahmad Nashruddin telah melakukan penamparan dan menggunakan kata-kata kasar untuk mengintimidasi dengan melontarkan pertanyaan yang berbeda pada tiap guru.

Ahmad Nashruddin, menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penamparan maupun menggunakan kata-kata kasar dalam mengevaluasi pegawai maupun guru. Dalam pemutusan hubungan kerja, ia mengaskan pihak Yayasan Al Insanul Kamil telah mengikuti prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Bahwa dalam kenyataannya para pegawai datang pada pukul 06.00 lebih dan berbaris untuk di evaluasi kinerjanya oleh ketua yayasan secara langsung yang lazim dilakukan oleh lembaga manapun,” katanya, Kamis (11/03/2021).

Ahmad Nashruddin menjelaskan pihak Yayasan Al Insanul Kamil terbuka untuk melakukan mediasi dengan pihak manapun dan tidak pernah menutup pintu untuk siapapun yang beriktikad baik. Sehingga adanya pencatutan pengurus yayasan yang tidak jelas sumbernya yang memberikan keterangan tentang pemutusan hubungan kerja beberapa guru dan wakasek tanpa prosedur, itu merupakan fitnah. (*)

BERITA REKOMENDASI