13 OPD di DIY Sudah Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah pusat terus mendorong perluasan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam semua kegiatan di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut dilakukan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. Dampaknya aplikasi PeduliLindungi tidak hanya menjadi aplikasi yang wajib digunakan di mal dan tempat wisata tapi juga didorong untuk diterapkan di lingkungan perkantoran, termasuk Pemda DIY. Ternyata hal itu direspon positif, buktinya sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di DIY sudah memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi.

“Mayoritas OPD di Pemda DIY sudah meminta ke Kemenkes untuk dikirimkan QR Code. Namun, datangnya QR Code tersebut tidak serentak.Saat ini sudah ada 13 perkantoran yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sebetulnya kami sudah mengajukan QR Code aplikasi PeduliLindungi bersama-sama, tapi baru beberapa yang sudah disetujui, sedangkan lainnya masih dalam proses,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Selasa (28/9/2021).

Baskara Aji mengungkapkan, penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan Pemda DIY dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karena dengan adanya aplikasi tersebut pengawasan akan lebih mudah dilakukann, sehingga kemungkinan terjadinya penularan bisa ditekan. Tentunya semua itu harus diimbangi dengan penegakkan Prokes secara ketat.

Sementara itu saat dimintai tanggapan soal rencana penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan sekolah. Ketua PGRI DIY itu mengaku menyambut baik. Karena dengan adanya penerapan aplikasi PeduliLindungi diharapkan bisa mendeteksi secara keseluruhan aktivitas yang sedang dilakukan. Sehingga bisa memudahkan pengawasan terutama di lingkungan sekolah.

“Prinsipnya kami mendukung soal penerapan aplikasi tersebut di lingkungan sekolah. Tapi untuk pelaksanaannya pasti membutuhkan proses, karena Kemenkes tidak mungkin mengeluarkan QR Code dalam waktu bersamaan,” ujarnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI