Adanya Pusat Tekanan Udara Rendah Picu Terjadinya Hujan di Wilayah DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Hujan intensitas sedang-lebat yang terjadi saat musim kemarau kali ini disebabkan oleh adanya gangguan munculnya pusat tekanan udara rendah tertutup (Eddy) di sekitar selat Karimata. Munculnya pusat tekanan rendah tersebut mengakibatkan adanya pertemuan angin (konvergensi) dan perlambatan massa udara di sekitar wilayah jawa sehingga terjadi penumpukan awan.

“Memang musim kemarau tahun ini cenderung lebih basah daripada tahun sebelumnya. Meski puncak kemarau terjadi pada Agustus, tapi saat ini DIY masih masuk musim kemarau. Kendati demikian, bukan berarti saat musim kemarau tidak ada hujan sama sekali.Karena untuk 2 hari ke depan, diprediksikan potensi hujan di DIY, lebih dominan di wilayah utara dengan intensitas ringan-sedang dan dengan durasi waktu yang singkat,” kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas saat dihubungi KRJOGJA.com, Kamis (3/9/2020) malam.

Menurut Reni, saat ini terdapat gangguan yaitu Madden Julian Oscilation (MJO) yang masuk ke fase 3. Sehingga di sekitar wilayah jawa yang dapat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Meski secara umum September masih kategori musim kemarau. Hasil monitoring hari tanpa hujan diakhir Agustus kemarin terlihat di sebagian besar wilayah yogyakarta sudah tidak ada hujan dalam kurun waktu lebih dari 30 hari.

BERITA REKOMENDASI