Adaptasi Kebiasaan Baru, Izin Pembelajaran Tatap Muka Masih Beresiko

YOGYA, KRJOGJA.com – Kondisi pandemi Covid-19 secara fundamental merubah dan mendisrupsi rencana strategis jangka pendek, menengah dan panjang di DIY tidak terkecuali pada urusan pendidikan yang bersinggungan dengan kesejahteraan masyarakat dan penyiapan Sumber Daya Masyarakat (SDM) DIY berkualitas menuju 2025 dan Indonesia 2045. Oleh karena itu, Pemda DIY menekankan pentingnya seluruh stakeholder beradaptasi dengan kebiasaan baru, menyimak atau mengenali disrupsi, menganalisis maupun memproyeksikan perubahan menyikapi pandemi Covid-19 dan era-era setelahnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Beny Suharsono mengatakan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DIY 2005 hingga 2025 yaitu DIY pada 2025 sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera. Dengan misi mewujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing dan akuntabel didukung sumber daya pendidikan handal serta mewujudkan sosiokultural dan sosioekonomi inovatif, berbasis kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat.

“Dua indikator pengukur keberhasilan sasaran pendidikan di DIY diproyeksikan tidak tercapai pada akhir 2020, yakni pada rata-rata hasil ujian nasional SMA dan rata-rata hasil ujian nasional SMK karena merujuk pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19 resmi membatalkan membatalkan ujian nasional di tahun 2020. Dalam kerangka pikir cascading ketidaktercapaian indikator tersebut dapat berpengaruh pada capaian visi misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2017 hingga 2022 maupun RPJPD DIY,” tandasnya di Yogyakarta, Minggu (31/1/2021).

BERITA REKOMENDASI