Adopsi Protokol Kesehatan, Masker Jadi Norma Sopan Baru

YOGYA, KRJOGJA.com – Di masa pandemi Covid-19 ini semua orang harus mengadopsi protokol kesehatan saat beraktivitas, salah satunya wajib memakai masker, di samping rajin cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak. Ketiga protokol tersebut terbukti efektif mencegah penularan Covid-19. Menurut Dekan Fisipol UGM Prof Dr Erwan Agus Purwanto, kewajiban memakai masker sebagai norma baru perlu disosialisasikan secara gencar oleh semua pihak, terutama pemerintah yang punya otoritas membuat aturan. Mulai aturan yang paling lemah berupa imbauan sampai pemberian sanksi untuk memaksa orang memakai masker.

Menurutnya, saat ini masyarakat punya norma sopan santun baru, yakni memakai masker. Ini seperti halnya dulu kalau orang tidak memakai pakaian pantas, maka dinilai tidak sopan. “Karena itu, perlu ada penekanan-penekanan terkait norma baru di tengah masyarakat. Tanpa ada penekanan, nanti banyak masyarakat yang abai. Dengan demikian, memakai masker menjadi standar ukuran kesopanan atau kepantasan baru,” tandas Prof Erwan kepada KRJOGJA.com, Sabtu (11/7/2020).

Selain upaya sosialisasi yang gencar oleh pemerintah, sektor swasta yang punya sumber daya juga perlu digerakkan untuk mendukung norma baru ini (pakai masker). Yakni dengan menyediakan masker murah atau bahkan gratis. Pakai masker harus ditekankan agar menjadi kebutuhan dan kewajiban. “Masker menjadi alat baru dalam menjaga kesehatan. Kalau bermasker ini sudah menjadi habit (kebiasaan), orang akan merasa ada sesuatu yang kurang jika ke luar rumah tidak memakai masker, seperti halnya handphone,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI