Alami Tekanan, Masih Ditemukan Gabah Di Bawah HPP di DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga produsen gabah di tingkat petani DIY pada November 2021 rata-rata Rp 4.359,65 atau turun 3,71 persen dibanding dengan Oktober 2021 sebesar Rp 4.527,55 dan di tingkat penggilingan turun 3,71 persen dari Rp 4.597,96 menjadi Rp 4.427,19 /Kg pada November 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan jumlah observasi gabah pada November 2012 sebanyak 57 transaksi, terdiri dari Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 29 observasi atau 50,88 persen, Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 15 observasi atau 26,32 persen dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 13 observasi atau 22,81 persen. Ditemukan transaksi penjualan harga gabah dibawah harga pembelian Pemerintah (HPP) yang terjadi pada kualitas GKG di Kecamatan Kulonprogo sebanyak 15,79 persen dan Kecamatan Sleman 35,09 persen.

” Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp. 5.000/Kg pada gabah Kualitas GKG dengan varietas Mentik Wangi terjadi di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp. 4.000/Kg pada gabah Luar kualitas dengan varietas IR 64 dan Ciherang, terjadi di wilayah Kecamatan Jetis dan Sewon Bantul,” katanya di Yogyakarta, Minggu (12/12/2021).

BERITA REKOMENDASI