Alih Fungsi Lahan Marak, Kedaulatan Pangan di DIY Terancam

YOGYA, KRJOGJA.com – Laju alih fungsi lahan sawah di DIY mencapai 0,4% atau rata-rata 237,14 hektare (ha) pertahun. Kondisi itu berdampak pada makin banyaknya petani yang keluar dari sektor pertanian, sehingga mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan DIY. Kesejahteraan petani menjadi faktor kunci untuk mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan di DIY.

Hal itu terungkap dalam diskusi Editorial KR yang tayang di kanal YouTube Kedaulatan Rakyat TV, Rabu (9/9/2020). Diskusi menghadirkan pembicara Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM, Prof Dr Ir Dwijono Hadi Darmanto, dipandu oleh Redpel KR Primaswolo Sujono.

“Sensus pertanian oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, lebih dari 18 persen petani secara nasional keluar dari sektor pertanian, alias berhenti bertani. Selain berdampak pada berkurangnya petani, alih fungsi lahan mengancam ketahanan pangan, karena 80% petani kita bekerja di bidang pertanian pangan,” ungkap Dwijono.

BERITA REKOMENDASI