Aliran Kas Tak Lancar, RS Swasta DIY Terancam Kolaps

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketahanan rumah sakit dan tenaga kesehatan (nakes), harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah di DIY untuk dipertahankan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Tanpa ketahanan kesehatan itu, semua upaya recovery (pemulihan) ekonomi, kenormalan baru dan upaya pemulihan lainnya akan berantakan.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana ST menyatakan prihatin dengan ketahanan RS di DIY. Saat ini sejumlah RS di DIY, terutama RS swasta, dalam kondisi goyah secara ekonomi karena cashflow (aliran kas) tidak lancar.

“RS sekarang rata-rata tidak bisa menerima pasien penuh, kunjungan paling 50 persen karena takut tertular Covid-19, kemudian mereka juga melayani Covid. RS swasta banyak yang tidak kuat bayar gaji nakes, hingga menerapkan kebijakan on-off,” kata Huda dalam acara diskusi di Coffee and Resto Tarumartani Yogyakarta, Sabtu (11/7/2020).

Info yang dihimpun KRJOGJA.com, sejumlah RS swasta di semester pertama 2020 mengalami kerugian dan terdampak hebat oleh pandemi Covid-19. Bahkan salah satu RS swasta beberapa pekan lalu telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar seratus pegawai kontrak, RS lainnya juga ada yang melakukan PHK bergelombang.

BERITA REKOMENDASI