Anggaran Bantuan Permakanan di Kota Yogya Ditambah

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogya menambah anggaran untuk bantuan permakanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19. Nilai anggaran tersebut saat ini mencapai Rp 3 miliar.

“Kebutuhan anggaran memang cukup besar, apalagi dengan adanya peningkatan kasus pada Juli. Tentunya, langkah yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan adalah melakukan realokasi anggaran,” ungkap Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogya Maryustion Tonang, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, Dinsosnakertrans Kota Yogya sudah tiga kali melakukan realokasi anggaran guna memenuhi kebutuhan dana untuk memberikan bantuan makanan kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri tersebut. Peningkatan kebutuhan dana untuk penyediaan bantuan makanan meningkat pada Juli 2021. Hal ini seiring dengan kasus penularan Covid-19 di Kota Yogya yang mengalami peningkatan signifikan dan jumlah pasien yang menjalani isolasi mandiri bertambah banyak.

“Sehari ada 100 sampai 150 surat dari kelurahan yang berisi permohonan pengajuan bantuan makanan bagi pasien isolasi mandiri. Di tiap surat biasanya berisikan permohonan untuk tiga hingga lima orang. Petugas sempat kewalahan sehingga kami tambah untuk melakukan verifikasi permohonan yang sudah masuk,” imbuhnya.

Maryustion menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang sudah diverifikasi. Setelah permohonan bantuan diverifikasi, aparat kelurahan dapat menindaklanjutinya dengan meminta kelompok penyedia jasa kuliner yang tergabung dalam program Gandeng Gendong guna menyiapkan bantuan makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Nilai bantuan mencapai Rp 19.000 untuk sekali makan. Dalam sehari, bantuan makanan bisa diberikan kepada 400 hingga 450 warga yang menjalani isolasi mandiri.

BERITA REKOMENDASI