AS Jadi Tujuan Utama, Ekspor DIY Alami Tekanan Impor Justru Naik

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Nilai  ekspor barang asal DIY yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia tercatat mencapai USD 39,3 juta selama Mei 2021 yang mengalami penurunan 10,88 persen dibanding bulan sebelumnya. Sebaliknya, nilai impor DIY mencapai sebesar USD 16,0 juta pada Mei 2021 yang justru mengalami kenaikan sebesar 15,11 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan nilai ekspor DIY selama Mei 2021 mengalami penurunan sebesar USD 4,8 juta atau 10,88 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebesar USD 44,1 juta. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Mei 2021 mencapai USD 215,8 juta atau meningkat 40,86 persen dibanding periode yang sama 2020.
“Ekspor DIY terbesar Mei 2021 dikirim ke Amerika Serikat (AS) yaitu USD 16,4 juta, disusul Jerman sebesar USD 3,5 juta kemudian Jepang sebesar US$3,3 juta. Kontribusi ketiga negara tujuan ekspor DIY tersebut mencapai 59,03 persen selama Januari hingga Mei 2021,” katanya di Yogyakarta, Minggu (4/7/2021).
Sugeng menyatakan ekspor DIY ke Uni Eropa pada Mei 2021 menunjukkan penurunan sebesar USD 3,4 juta atau 25,95 persen. Tiga besar negara tujuan ekspor adalah Jerman USD 3,5 juta, Belanda USD 1,6 juta dan Inggris USD 1,2 juta. Khusus ASEAN, tiga besar negara tujuan ekspor Mei 2021 adalah Singapura USD 0,8 juta, kemudian Thailand dan Vietnam masing-masing USD 0,2 juta dengan total nilai ekspor naik USD 0,7 juta dibanding April 2021.
“Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62), Perabot, Penerangan Rumah (94) dan Barang-barang Rajutan (61) merupakan tiga kelompok komoditas dengan nilai ekspor tertinggi pada Mei 2021. Masing-masing sebesar USD 12,6 juta, USD 5,1 juta dan USD3,7 juta,” tuturnya.
Sebaliknya, Sugeng menyampaikan nilai impor DIY pada Mei 2021 mencapai USD 16,0 juta atau naik 15,11 persen dibanding April 2021. Secara kumulatif, nilai impor Januari-Mei 2021 mencapai USD 65,7 juta atau naik 35,19 persen dibanding periode yang sama 2020. ” Kondisi tersebut dipengaruhi impor dari 3 negara asal barang utama mengalami kenaikan. Negara pemasok barang impor terbesar Mei 2021 adalah AS dengan nilai USD 5,2 juta, China USD 2,9 juta dan Hongkong USD 2,6 juta,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan nilai impor DIY pada Mei 2021 dilihat dari golongan barang HS 2 digit. Tiga besar kelompok komoditas impor pada Mei 2021 adalah Lokomotif dan Peralatan Kereta Api (86) sebesar USD 4,9 Juta. Kemudian Kopi, Teh, dan Rempah-rempah (09) sebesar USD 2,2 juta dan Filamen Buatan (54) sebesar USD 1,7 juta. ” Secara umum, impor mengalami peningkatan sebesar 15,11 persen. Impor barang konsumsi menunjukkan peningkatan sebesar 550,00 persen. Sementara, bahan baku penolong menunjukkan peningkatan 3,15 persen dan impor barang modal mengalami penurunan 62,50 persen,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI