Awas! Peredaran Daging Tak Layak Konsumsi Harus Diperhatikan

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya meningkatkan pengawasan daging sapi di pasar tradisional. Langkah tersebut guna mengantisipasi peredaran daging yang tidak layak di masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto, menyebut berbagai temuan yang terjadi di luar daerah turut menjadi perhatian. “Belum ada temuan di Yogya, tapi perlu antisipasi karena jelang lebaran biasanya konsumsi daging meningkat,” jelasnya, Minggu (17/5/2020).

Daging tak layak konsumsi salah satunya ialah campuran dengan daging babi. Sebelum ada temuan daging sapi dioplos dengan daging babi hingga berton-ton, Sugeng mengaku pihaknya sudah rutin melakukan pengawasan. Sejauh ini pun tidak ditemukan oknum pedagang yang bertindak nakal tersebut.

Begitu pula daging sapi gelonggongan yang sebenarnya juga tidak layak konsumsi. Beberapa tahun sebelumnya pernah ditemukan oknum pedagang yang nakal dan langsung diajukan ke tindak pidana ringan. Oknum pedagang yang nakal tersebut juga terus dipantau oleh petugas. “Justru yang gelonggongan ini perlu kewaspadaan. Daging seperti itu cepat membusuk, untuk bakso juga tidak bagus. Konsumen sudah cukup cerdas ketika membeli daging yakni yang terlihat segar tapi tidak basah dan berasa hangat,” urainya.

BERITA REKOMENDASI