Bangkitkan dan Pulihkan IKM, Disperindag DIY Upayakan Berbagai Solusi

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi dunia termasuk di DIY sejak awal pandemi hingga saat ini. Sektor industri pun terdampak pandemi tersebut. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus berupaya seoptimal mungkin mengambil berbagai solusi agar sektor industri di DIY segera bangkit dan pulih kembali.

Solusi yang digulirkan diantaranya peningkatan pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) baik terkait dengan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi, inovasi produk, strategi pemasaran, serta standarisasi maupun sertifikasi guna meningkatkan daya saing.

Plt Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta mengatakan kesulitan bahan baku merupakan permasalah yang dihadapi IKM yang jumlahnya mendominasi sektor industri di DIY.  Selain itu, IKM dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat, sementara IKM masih memiliki berbagai keterbatasan dalam era perdagangan bebas saat ini.

” Bahan baku IKM tertentu belum dapat dipenuhi secara mandiri sehingga masih tergantung pasokan dari daerah lain dan negara lain. Adanya pembatasan impor bahan baku saat pandemi mengakibat terganggunya produktivitas IKM,” katanya di Yogyakarta, Minggu (10/10/2021).

Aris menyampaikan penurunan permintaan produk industri DIY dari pasar domestik maupun global turut berdampak pada produktivitas pelaku usaha. Penurunan kunjungan wisatawan yang semula menjadi bagian pasar produk DIY menyebabkan penurunan permintaan akan produk DIY.  Ditambah penurunan pendapatan masyarakat global juga diduga menjadi penyebab penurunan permintaan tersebut.

” Kualitas sumber daya manusia (SDM) IKM dalam hal manajemen usaha, inovasi produk, akses pasar dan penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan. Pelaku usaha IKM memiliki keterbatasan mulai dari tingkat pendidikan, regenerasi yang kurang jalan dan kurangnya minat mengikuti perkembangan teknologi menjadi penyebabnya,” tegasnya.

 

BERITA REKOMENDASI