Bantu Sesama, Relawan Hijau Jadi Simbol Kepedulian

YOGYA, KRJOGJA.com – Enam kampung di Kota Yogya yang selama ini konsisten menggulirkan program pemberdayaan masyarakat mendeklarasikan relawan hijau. Gerakan tersebut menjadi simbol kepedulian dengan aksi berbaginya sepanjang pandemi Covid-19. Harapannya mampu menjaga semangat positif hingga Yogya menjalani normal baru.

“Kepedulian masyarakat terhadap kampungnya menjadi kunci ketahanan dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahkan sejak awal yang bertanggungjawab terhadap Covid-19 ini ialah seluruh masyarakat dan pemerintah. Ini pula yang menjadikan kasus virus Corona di Kota Yogya tergolong kecil,” tandas Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, di sela mendeklarasikan relawan hijau di Latar Srawung Karangwaru, Rabu (3/6/2020).

Enam kampung tersebut ialah Karangwaru yang memiliki program pemanfaatan lahan tidur, kolaborasi dengan semua elemen dan memasarkannya melalui Minimart55. Kelurahan Wirogunan dengan pertanian perkotaan, perikanan irigasi dan pemanfaatannya bagi warga sekitar. Kelurahan Kricak dengan pemanfaatan pertanian perkotaan. Kelurahan Rejowinangun dengan pemanfaatan lahan sempit dan pertanian untuk mendongkrak pendapatan warga.

Kelurahan Pandeyan melalukan lumbung pangan mandiri dengan pemanfaatan lahan kosong, budidaya ikan lele dan donasi warung sayur. Kemudian Kelurahan Bausasran dengan pemanfaatan lahan sempit, edukasi pertanian dan pemanfaatan hasilnya ke warga.

Heroe menilai, Yogya yang kotanya relatif kecil dan aktivitas masyarakatnya tinggi akan tetap berhasil dengan adanya kepedulian tersebut. Sehingga relawan hijau menjadi bagian dalam menghadapi normal baru.

“Tahapan menuju normal baru di Kota Yogya masih panjang. Sekarang setiap OPD sedang kita minta membuat protokol yang lebih ketat agar ketika semua aktivitas sudah normal, kasus tidak bertambah,” tandasnya.

Oleh karena itu, relawan hijau diharapkan mampu menjadi kesatuan gerak dalam mengeksplorasi kampungnya masing-masing. Bagi kampung yang sudah berdaya dalam mengelola lahan pertanian, hasilnya bisa dijual di e-warung atau Rumah Pangan Kita (RPK). Dengan begitu, warga terdampak pandemi yang sudah mendapatkan bantuan tunai bisa membelinya dengan harga murah. Bahkan, keuntungan dari bagi hasil itu bisa dialokasikan membantu yang masih mengalami kekurangan.

Sementara Ketua RT 55 RW 02 Karangwaru Cahyo Tri Hastomo, mengaku gerakan kampungnya yang diakomodir melalui ‘Gelar Gulung 55’ merupakan hasil swadaya masyarakat. Meski baru tumbuh selama masa pendemi, namun kelak akan tetap diberlanjutkan. Salah satu tujuannya ialah agar warganya yang terdampak tetap bisa bertahan dan mandiri.

“Lahan tidur kami manfaatkan untuk tanam sayur. Rumah tak berpenghuni kami sulap jadi Minimart55. Selain menjual aneka kebutuhan harian dengan harga murah, warga yang tidak memiliki bahan makanan bisa mengambil secara gratis sesuai kebutuhan,” urainya.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI