10.000 Benih Ikan Endemik Ditebar di Sungai Bedog

BANTUL, KRJOGJA.com – Tak kurang dari 10.000 benih ikan endemik berhasil dilepaskan di kawasan Sungai Bedog pada serangkaian Jambore Sungai 2017. Setidaknya, terdapat empat jenis ikan seperti tawes, nilem, melem, dan wader yang kini dapat merasakan kehidupan di tempat aslinya.

Pengurus Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA), Arianto Nugroho (35) mengungkapkan, ikan endemik atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan ikan ‘asli’ harus ditebar agar kehidupannya di sungai terus terjaga. Menurutnya, ikan-ikan seperti itulah yang nantinya akan terus merawat ekosistem.

“Kami berharap ikan endemik mulai lagi berkembang biak dan senantiasa terjaga, supaya ikan seperti tawes, nilem, melem, dan wader dapat menjaga 
ekosistem,” ujarnya kepada KRjogja.com, Minggu (27/07/2017).

Arianto mengimbuhkan, pihaknya juga menghindari menebar ikan ‘pendatang’ yang dapat membunuh kehidupan ikan endemik. Sebab jika ikan seperti nila dan lele dilepaskan ke sungai, maka ikan endemik memiliki kompetitor yang akhirnya membuat mereka kalah.

“Kita juga hindari ikan nila karena sangat kompetitif, kalau terpaksa enggakpapa, tapi yang harus dihindari adalah lele karena sangat predator dan akan memusnahkan ikan endemik,” imbuhnya usai menebar benih ikan.

Arianto pun berharap agar masyarakat tidak lagi menangkap ikan di sungai dengan menggunakan alat setrum atau racun. Menurutnya, mancing adalah cara terbaik untuk menangkap ikan, karena dengan begitu ikan terus dapat tumbuh dan berkembang biak.

“Kami harap masyarakat tidak menyetrum dan meracun, karena dapat membunuh ikan kecil juga membuat kemampuan reproduksi ikan besar menurun dan hilang, sehingga mengurangi stok ikan yang di sungai,” tuturnya.

Salah satu peserta, Poniran (40) mengaku sudah terbiasa melepaskan benih-benih ikan di sungai. Ia pun merasa senang ketika melihat banyak ikan di sungai. Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan hiburan saat kesuntukkan melanda.

“Kalau di sungai banyak ikan bisa dijadikan refreshing, di rumah suntuk tinggal pergia ke sungai bawa alat pancing,” ungkap Poniran yang datang mewakili Karang Taruna Sleman. (Mg-10)

 

BERITA REKOMENDASI