10 Perwakilan Anak Tuntut ‘Mbangun Jiwa Mardika’

BANTUL (KRjogja.com) –  Sebanyak 10 perwakilan anak-anak membacakan 'Deklarasi Mbangun Jiwa Mardika' di Jogja Expo Center pada Minggu (21/8/2016). Deklarasi tersebut berisi 10 tuntutan terhadap hak-hak anak yang harus dipenuhi.

Sepuluh poin deklarasi yang telah disepakati kemudian dibacakan oleh perwakilan anak-anak dari Forum Anak se-Yoyakarta, yaitu Maryam Nur Hadjidah (17), Dwi Cahyo (17), Happy Kurnia Saputri (15), Sulistia Nuryahya (16), Dewi Eka Wulandari (17), Fitriani Retta Dinda (18), Rian Eka (18), Prastowo Budi Purnama (16), Bayu Aji Pamungkas (17).

Menurut Maryam, ia sangat setuju dengan adanya deklarasi. Sebagai anak sudah seharusnya suara mereka juga didengarkan. Ia juga sangat mendukung jika kelak deklarasi itu diwujudkan, terutama tentang televisi ramah anak dan tontonan yang mendidik. “Jam tayang juga perlu diperhatikan, anak-anak kan banyak yang nonton televisi setelah pulang sekolah,” jelasnya lagi.

Selain itu, ada pula Prastowo Budi Purnama yang sangat mendukung pembelajaran moral dan budaya di sekolah formal. “Seharusnya, pendidikan di sekolah bukan hanya mengedepankan materi, tapi juga pembentukan karakter dan moral,” katanya saat ditemui oleh KRjogja.com.

Deklarasi tersebut merupakan puncak dari perayaan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY Yogyakarta. Teks 'Deklarasi Mbangun Jiwa Mardika’ berisi 10 tuntutan yang ditandatangani bersama-sama oleh GKBRAA Paku Alam X, Dra Kumala Retno MSi (Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan dr Arida Oetami MKes (Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat).

"Deklarasi ini untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran dari orang tua, badan usaha, juga pemerintah dan negara dalam mencetak anak-anak berkualitas. Sekaligus untuk memberikan informasi agar keluarga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memenuhi hak-hak anak," kata Arida Oetami dalam sambutannya. (Nanda Ghaida)

 

BERITA REKOMENDASI