11 Desa Kekurangan Pendaftar Panwaslu Desa

BANTUL, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul melakukan perpanjangan pendaftaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Desa. Hal ini karena sebanyak 11 desa masih kurang pendaftarnya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bantul, Nuril Hanafi saat ditemui wartawan Rabu (26/2/2020) menuturkan meski telah banyak pendaftar di beberapa kecamatan namun dari jumlah pendaftar ini ternyata masih terdapat beberapa desa yang belum tercapai jumlah minimal pendaftar.

11 desa yakni Desa Kebonagung (Kecamatan Imogiri), Desa Mangunan (Kecamatan Dlingo), Desa Baturetno, Desa Jagalan, Desa Singosaren, Desa Potorono, Desa Tamanan, dan Desa Wirokerten (Kecamatan Banguntapan), Desa Segoroyoso dan Desa Wonolelo (Kecamatan Pleret) serta Desa Argosari (Kecamatan Sedayu).

“Karena masih minimnya pendaftar mala kami membuka perpanjanhan masa pendaftaran Calon Panwaslu Desa yang dimulai pada (27/2/2020) hingga (4/3/2020).

Ditambahkan Nuril, tahapan yang dilakukan Bawaslu saat ini dalam kaitan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul yakni pembentukan badan adhoc. Adapun Panwaslu Desa pada Pilkada 2020 yang dibutuhkan sebanyak 75 orang (satu orang setiap desa), sehingga minimal pendaftar dua orang di setiap desa untuk pembanding.

“Pada tahap pendaftaran, seleksi administrasi dan tes wawancara pada (16-22/2/2020) lalu telah diikuti oleh sejumlah 193 orang pendaftar yang tersebar di 17 kecamatan. Namun karena kuota minimal di 11 desa belum terpenuhi maka pendaftaran diperpanjang,” tambahnya.

Adapun Bawaslu Bantul berharap Panwaslu Desa yang nantinya terpilih merupakan personil pengawas yang mempunyai komitmen dan berintegritas sesuai apa yang menjadi asas penyelenggara Pemilu.

“Maka dalam pembentukan Panwaslu Desa ini, masukan dan tanggapan masyarakat sangat diharapkan dalam rangka menelusuri rekam jejak calon anggoata Panwaslu Desa,” jelasnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI