12 Kecamatan di Bantul Miliki ODP dan PDP Corona

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kabupaten Bantul belum memerlukan pemeriksaan massal Corona Virus (Covid-19). Hal ini karena kondisi masih dapat tertangani dengan penanganan maksimal. Sementara itu dari 17 kecamatan di Bantul, 12 kecamatan di antaranya sudah memiliki Orang Dengan Pengawasan (ODP) dan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) Corvid-19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso menuturkan 12 kecamatan yakni Kecamatan Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Jetis, Dlingo. Ada pula Kecamatan Kasihan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, Sewon dan Srandakan.

Adapun update hingga Jumat sore pukul 15.00 WIB tercatat Bantul memiliki 39 pasien ODP dan 9 pasien PDP, mereka berada di RS Panembahan Senopati, PKU Muhammadiyah dan di RS Panti Rapih. Satu pasien yang dinyatakan positif sudah dirujuk le RSUP Sardjito. “Kami telah mendata orang-orang disekitar yang bersinggungan dengan PDP terlaporkan sekitar 121 orang,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini seluruh Puskesmas sudah dapat melaksanakan deteksi dini penanganan awal Covid-19. “Sebanyak 12 kecamatan ini bukan wilayah terjangkit. Dapat dibilang terjangkit apabila ada transmisi atau penularan lokal. Adapun penularan semua dari luar,” imbuhnya.

Adapun Bantul memiliki lima RS yang dengan dilengkapi ruang isolasi diantaranya RSUD Panembahan Senopati (6 ruangan), PKU Muhammadiyah (3 ruangan), RS Elisabeth (2 ruangan), RS UII (2 ruangan) dan RSPAU Hardjolukito (jumlah ruangan belum terkonfirmasi). “Untuk identitas pasien positif, mengacu pada UU Kesehatan dan Protokol Komunikasi Kemenkes, kita tidak boleh mengumumkan identitas pasien tanpa seijin dari pasien, keluarga dan Kemenkes,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI