141.839 Bidang Tanah di Bantul Belum Bersertifikat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kabupaten Bantul mempunyai luas wilayah 50.685 hektare. Jumlah bidang tanahnya sampai Juni 2017 tercatat ada 629.836 bidang. Dari jumlah itu, yang sudah bersertifikat 487.997 bidang, sehingga masih ada 141.839 bidang tanah yang belum disertifikatkan.

Dalam upaya percepatan sertifikasi tanah tahun ini, diberlakukan Surat Keputusan (SK) Bersama 3 Menteri, yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2017.

Pelaksanaan SK Bersama 3 Menteri tersebut diberlakukan di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, sejak 22 Mei 2017. Menurut Kepala BPN Bantul, Yohanes Supana, Kamis (8/6), pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Bantul untuk melakukan sosialisasi.

”Pensertifikasian Prona 2017 tetap berjalan dan di Bantul menargetkan 5.500 bidang dan lintas sektor 400 bidang,” katanya.

Sesuai SK Bersama 3 Menteri tersebut, dalam proses pensertifikasi tanah ada tiga jenis biaya, yakni biaya kegiatan penyiapan dokumen, pengadaan patok dan materai, serta kegiatan operasional petugas kelurahan. Pekerjaan yang ditangani BPN biayanya dibebankan pada APBN, tetapi untuk pembiayaan seperti pengadaan patok, pembelian materai dan fotokopi dokumen dan sejenisnya dibebankan kepada pemilik atau pemohon sertifikat.

Melalui upaya percepatan sertifikasi tanah dengan SK 3 Menteri, ditarget pada tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat. Maka BPN Bantul juga meningkatkan target sertifikasi tanah menjadi 18.000 bidang setiap tahunnya. ”Kendalanya adalah SDM nya terbatas, terutama juru ukur. Makanya itu akan kami tambah personelnya,” jelas Supana. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI