204.334 KPM PKH DIY Terima Bantuan Sosial Beras

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) luncurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan mendapatkan masing-masing 15 Kg beras medium selama tiga bulan mulai Agustus, September dan Oktober 2020. Dinas Sosial (Dinsos) DIY bersama Perum Bulog Kanwil DIY menindaklanjuti program BSB dengan sasaran sebanyak 204.334 KPM PKH di DIY yang terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Endang Patmintarsih mengatakan peluncuran BSB serentak di seluruh Indonesia secara virtual ini merupakan wujud intervensi pihaknya sebagai bagian dari program Jaring Pengaman Sosial guna mengatasi dampak pandemi Covid-19. BSB ini merupakan bantuan kebutuhan pokok atau dasar bagi KPM PKH untuk tiga bulan terhitung mulai Agustus hingga Oktober 2020.

“Program BSB yang merupakan kebutuhan dasar ini akan salurkan langsung secara ‘door to door’ dibantu dengan transporter dengan sasaran 204.334 KPM PKH di DIY yang setiap bulannya akan mendapatkan 15 Kg beras medium. Program BSB untuk Agustus dan September sebanyak 30 Kg beras medium akan disalurkan sekaligus September 2020 ini, kemudian baru dilanjut 15 Kg beras medium untuk alokasi Oktober 2020,” ujar Endang di kantornya, Rabu (2/9).

Endang menyampaikan proses penyaluran dari Perum Bulog Kanwil DIY berkoordinasi dengan kabupaten/kota langsung didistribusikan transporter ke 438 desa di DIY. Program BSB ini paling banyak disalurkan di 144 desa di Gunungkidul dengan sasaran sebanyak 57.531 KPM PKH. Diharapkan bantuan tersebut bisa membantu KPM PKH tersebut di DIY yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sasaran penyaluran program BSB ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) jadi sudah ada by name dan by address dengan bantuan jasa transporter di dropping point yang harus terlokalisir dengan baik. Program BSB ini hanya satu dari serangkaian dari Jaring Pengaman Sosial (JPS), mudah-mudahan Bulog juga lebih leluasa menjalankan penyerapan hasil panen dari petani lokal,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI