3500 Warga DIY Terima Program BSPS

BANTUL, KRJOGJA.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal segera  merealisasikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019. Sesuai data Kementerian PUPR tahun 2019, terdapat 3.500 kepala keluarga (KK) di DIY masuk daftar penerima. Dari jumlah itu,  1.400 BSPS bakal dipersiapan dilakukan lebih awal atau T-1.

Kasubdit Fasilitasi Pendataan dan Verifikasi Direktorat Perumahan Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU PR, Jumat (28/9/2018) Rubiyo mengatakan, penerima program BSPS  ini sifatnya stimulan. Artinya  bantuan tersebut untuk membakar semangat warga membangun rumah agar lebih layak ditinggali.  “Tahun 2018 ini  kan penerima BSPS  mendapatkan Rp 15 juta, tetapi tahun 2019 mendatang  meningkat jadi Rp 17,5 juta. Dari jumlah itu Rp 15 juta untuk pengadaan material dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang,” ujar Rubiyo disela pengecekan penerima BSPS di Dusun Demi Wukirsari Kecamatan Imogiri Bantul.

Sesuai dengan programnya, penerima program BSPS  diharapkan  sudah memiliki material sebagai pendukung program rehabilitasi rumah.  “Harapan kami warga penerima program BSPS ini sudah punya material untuk mendukung program, jika sekadar mengadalkan program BSPS dari pemerintah yang Rp 17,5 juta itu jelas tidak akan cukup,” ujarnya. Sementara terkait kunjungannya sebenarnya ingin memastikan data masuk ke  Kementerian PU PR sudah sesuai dengan fakta dilapangan. “Saya ingin memastikan bahwa data yang masuk  sudah sesuai dengan fakta dilapangan. Pengecekan ini kami lakukan sebelum SK menteri terbit,” ujarnya.

Sementara tenaga ahli anggota Komisi V DPR RI, Noor Janis Langga Barana mengatakan, program BSPS tersebut merupakan aspirasi dari Drs HM Idham Samawi. Janis menjelaskan, jumlah penerima program BSPS di DIY terus ditingkatkan jumlahnya. Karena  sesuai fakta,  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di DIY mencapai  65.000, KK. “Dengan pertimbangan jumlah RTLH di DIY masih sebanyak itu, maka Pak Idham berjuang agar bisa dikurangi, salah satunya  diselesaikan dengan program  BSPS itu,” ujar Janis. Merujuk data Kementerian PUPR tahun ini 2.800 KK di DIY masuk program BSPS.

Terpisah Ny Parmiyatun mengatakan, bersyukur masuk dalam program BSPS. Tentunya  hal itu jadi penyemangat keluarganya  membangun rumah agar layak dihuni. Sejauh ini suaminya, berusaha mencetak batako dan  kusen pintu. “Kami bersyukur masuk program BSPS dari Pak Idham, paling tidak jadi penyemangat keluarga saya,” ujarnya.(Roy)

BERITA REKOMENDASI