43.788 Meter Persegi Lahan Sawah di Bantul Tiap Bulan Dikeringkan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bantul, selama tahun 2019 lahan persawahan di Kabupaten Bantul seluas 525.467 meter persegi diproses menjadi lahan kering atau berubah kemanfaatannya. Bupati Bantul, Drs H Suharsono, meminta Dinas Tata Kota dan Pertanahan serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bantul, benar-benar seleksi terhadap permohonan pengeringan tanah,sesuai pemetaan lahan hijau atau lahan abadi maupun lahan kuning.

“Lahan hijau harus dipertahankan agar tidak dikeringkan. Kalau lahan kuning yang memang kurang produktif ya silahkan saja diproses pengeringan, karena bisa dimanfaatkan untuk kegiatan peningkatan produktivitas atau usaha yang lebih meningkatkan perekonomian,” ungkap Suharsono.

Terpisah Kepala BPN Bantul, Iskandar Subagya, mengemukakan dalam proses permohonan pengeringan tanah, petugas BPN sudah melalui prosedur dan aturan pemetaan tanah di Bantul. “Jadi tidak mungkin ada lahan abadi atau lahan hijau yang lolos bisa dikeringkan,” jelas Iskandar.

Wilayah Kabupaten Bantul sekitar 508,1 Km, sesuai Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) tercatat ada 634.314 bidang tanah dan data tahun 2019 dari jumlah bidang tersebut ada 525.467 meter persegi atau rata-rata 43.788 meter persegi lahan sawah tiap bulan yang dikeringkan.

Sementara terkait pensertipikatan tanah, BPN Kabupaten Bantul tahun 2020 ini menargetkan menyelesaikan sertipikat tanah sebanyak 37.500 bidang melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dari jumlah seluruh bidang di Bantul sebanyak 634.314 bidang, yang sudah bersertipikat hingga pertengahan 2019 ada 595.391 bidang, yang belum bersertipikat 38.923 bidang. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI