514 Masjid di Bantul Patuhi Penerapan PPKM Darurat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Jumlah masjid yang ada di wilayah Kabupaten Bantul saat ini mencapai 1.386 masjid. Dari jumlah tersebut ada 514 masjid yang mematuhi imbauan pemerintah menerapkan PPKM Darurat, yakni meniadakan ibadah berjamaah sementara selama diberlakukan PPKM Darurat terutama penyelenggaraan salat Jumat. Sedangkan yang belum mematuhi imbauan pemerintah ada 872 masjid.

Hal tersebut merupakan hasil evaluasi dan monitoring (Monev) Kantor Kemenag Bantul untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan dan kepedulian masyarakat dalam kebersamaan ikhtiar agar segera keluar dari masalah pandemi Covid-19, sebagaimana yang tertuang dalam SE Menteri Agama RI Nomor 17 Tahun 2021, utamanya tentang peniadaan sementara penyelenggaraan kegiatan yang membentuk kerumunan di tempat ibadah. Monev dilakukan di Kantor Kemenag Bantul melalui zoom meeting, diikuti Kepala KUA dan penyuluh agama se Kabupatan Bantul, Jumat (16/07/2021) siang.

Menurut Kepala Kemenag Bantul H Aidi Johansyah SAg MM, sebagai tindak lanjut ,akan segera dilakukan pendekatan kepada para tokoh agama dan masyarakat serta pemberian surat peringatan dari Gugus Tugas Covid-19 Bantul kepada masjid dan tempat ibadah lainnya yang masih melakukan potensi penularan Covid-19 atau pelanggaran terhadap PPKM Darurat.

“Kami tak henti-hentinya meminta kepada jajaran ASN Kemenag Bantul untuk melakukan sosialisasi secara masif, baik internal maupun eksternal melalui berbagai media yang ada. Juga meminta kepada Kepala KUA bersama penyuluh agama untuk melakukan pengawasan dan monitoring pelaksanaan ibadah di masjid, serta pelaksanaan ibadah Idul Adha, ” ungkap Kepala Kemenag Bantul.

Sementara Asisten Pemerintahan Pemkab Bantul, Hernawan Setiaji SIP MH yang mengikuti Monev Kemenag Bantul, menyambut baik upaya Kantor Kemenag Bantul melakukan pengawalan pelaksanaan SE Menag RI Nomor 17 Tahun 2021 dengan Monev di masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Bantul yang tertuang dalam Instruksi Bupati yang nomor dan tahunnya sama dengan SE Menag RI, yakni Nomor 17 Tahun 2021.

“Kasus terpapar Covid di Bantul semakin meningkat, juga kasus meninggal dunia terus bertambah. Untuk itu diperlukan kolaborasi dari seluruh elemen, juga edukasi kepada masyarakat terus menerus,” pungkas Hernawan. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI